
Apakah Keutamaan Memuliakan Anak Perempuan?
Selasa, 19 Januari 2016

Label:
Anak
Diposting oleh
warkah
di
18.20
0
komentar
Seperti Ini Beberapa Cara Istri Menyambut Suami Pulang Kerja

Hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang istri saat menyambut suami pulang kerja adalah dengan menaruh simpati kepadanya. Sebagai seorang istri yang baik, harus bisa memahami dunia suaminya yang harus bekerja demi menafkahi keluarga.
Ketika menyambut suami yang pulang bekerja usahakanlah untuk senyum manis. Senyum manis tersebut menjadi senjata paling ampuh yang dapat membuat hati pria berbunga-bunga. Usahakanlah untuk tidak menunjukkan raut wajah yang tidak menyenangkan saat suami pulang dari tempat kerja. Hal tersebut selain bisa membuat hati suami bahagia, juga bisa menghilangkan perasaan lelah mereka.
Tidak dapat dipungkiri bahwa seorang suami menginginkan istrinya untuk tampil cantik. Itulah sebabnya, ketika menyambut kedatangan suami dari tempat kerja usahakanlah untuk tetap memperhatikan penampilan.
Ketika suami pulang kerja, mereka tentu merasa letih dan kelelahan yang luar biasa. Oleh sebab itu, hal yang harus dilakukan oleh seorang istri ketika menyambutnya adalah dengan menyediakan segala keperluaannya. Seperti menyediakan perlengkapan mandi, dan menyuguhkan makanan untuknya. Dengan demikian akan membuat suami merasa senang karena diperhatikan oleh istrinya.
5. Biarkan Suami Beristirahat Sejenak
Banyak istri yang mengeluh saat suaminya baru pulang dari kerja. Entah itu karena gas yang habis, atau anak-anak yang malas makan dan lain sebagainya. Apapun masalah yang dihadapi, usahakan jangan mengungkapkannya saat suami baru sampai di rumah.
Hal terakhir yang harus dilakukan oleh istri untuk menyambut suami saat pulang kerja adalah dengan membuat suasana rumah menjadi nyaman dan menyenangkan. Jadikan diri sebagai sosok yang menarik di mata suami. Jangan buat suasana yang tidak enak saat ia sampai di rumah, karena hal demikian bisa membuat ia berpikir untuk berada di luar rumah saja dengan suasana yang lebih menyenangkan.
Label:
Istri
Diposting oleh
warkah
di
18.16
0
komentar
Ternyata Seperti Ini Cara Mendapatkan Perhatian Suami

Label:
Istri
Diposting oleh
warkah
di
18.15
0
komentar
Yuk Masak Kue Lapis Pelangi Yang Legit Dengan Aroma Pandan Yang Wangi!

- 100 gram tepung terigu
- 300 gram tepung beras
- 1500 ml santan kelapa (dari 1 butir kelapa)
- 3 lembar daun pandan (haluskan)
- Vanila bubuk (secukupnya)
- 300 gula
- Garam (secukupnya)
- Pewarna makanan (berbagai macam warna, masing-masing 2 tetes)
- Tuangkan santan dan air daun pandan ke panci atau wajan lalu masak hingga mendidih. Angkat lalu diamkan agar dingin.
- Tuang tepung terigu, tepung beras, gula, bubuk vanila dan garam. Aduk hingga semua bahan tercampur rata serta membentuk adonan yang cukup encer.
- Buat adonan menjadi 5 hingga 6 bagian.
- Tuang pewarna makanan pada masing-masing adonan.
- Kukus adonan pertama pada cetakan kue lapis kira-kira selama 10 menit. Jika adonan sudah mengeras, tuang adonan selanjutnya dan kukus lagi hingga mengeras. Lakukan cara ini hingga semua adonan terkukus dengan baik hingga matang.
- Angkat kue lapis dan biarkan dingin. Potong kue lapis sesuai selera dan nikmati bersama keluarga tercinta.
Label:
Resep
Diposting oleh
warkah
di
18.08
0
komentar
Pahala yang Pasti Anda Peroleh, Jika Sering Memaafkan Kesalahan Pasangan

Label:
Renungan
Diposting oleh
warkah
di
17.27
0
komentar
Ciri Wanita-Wanita Pilihan Allah, Ternyata Seperti Ini

Dalam proses perkenalan atau ta’aruf ia tidak akan membiarkan dirinya berdua-duaan dengan kaum lelaki.
- Menerima mahar sesuai dengan kesanggupan calon suaminya, sebagaimana sabda Rasulullah,
- Sentiasa taat dan melayani suami mereka selama perintah mereka tidak bertentangan dengan perintah agama.
- Mendahulukan kepentingan suami dari pada kepentingan dirinya.
- Dapat menjadi pendengar yang baik, lemah lembut dalam berbicara, menghibur, mendorong hati suami ketika dalam kesulitan dan kesedihan, memberikan ketenangan dalam rumah tangga, dan senantiasa memperhatikan penampilan, kebersihan, kecantikan dan menjaga kesihatan dirinya, dan istiqomah dalam beribadah.
- Ketika suami tidak dirumah, dirinya tidak akan pernah memperbolehkan lelaki yang tidak dikenal atau lelaki yang tidak disukai oleh suami masuk ke dalam rumahnya.
- Menjaga harta suami adalah bagian dari tugas isteri yang solehah, mengatur harta rumah tangga dengan tidak berlebihan dan tidak juga kikir adalah hal yang dianjurkan dalam agama.
- Menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, menyediakan makanan yang sesuai dengan selera suami, memperhatikan seluruh keperluan suami adalah bentuk pengabdian yang selalu bernilai pahala.
- Sebesar apapun, ia sentiasa bersyukur atas apa yang diberikan oleh suaminya, tidak banyak mengeluh, sabar dalam menerima keterbatasan suami, tidak meminta sesuatu yang lebih dari kemampuan suaminya, menghormati orang tua suami, memperlakukan mereka dengan sikap terbaik, pemaaf dan pengertian, adalah sifat yang senantiasa ditunjukkannya.
- Jika ia bekerja, maka ia akan menjaga dirinya dalam pergaulan, menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia, yang dapat mengantarkan dirinya dalam kemaksiatan.
- Memberikan sedekah kepada keluarga dari hasil pekerjaannya. Wanita solehah adalah ikutan dari anak-anaknya, mereka akan memberikan teladan yang terbaik bagi anak-anaknya, sabar dalam mendidik anak, tidak mengeluarkan perkataan yang tidak patut untuk di contohi oleh anak-anak.
Label:
Wanita
Diposting oleh
warkah
di
17.25
0
komentar
InsyaAllah Surga Menantinya, Jika Ada Istri Yang Bersikap Seperti Ini Pada Suami

***
Kawan, ada tiga pilihan hidup yg harus kita pilih dg sangat hati-hati. Yakni: pendidikan, pekerjaan, dan pendamping hidup. Bukan sekadar yg favorit kampusnya, tapi yg sesuai dg bidang yg ingin kita pelajari. Bukan sekadar yg gajinya besar, tapi yg sesuai dg passion yg ada pada diri. Bukan sekadar yg indah parasnya, tapi yg bisa menjadi penasehat, sahabat, serta perantara untuk mendekat pada Sang Pencipta. (akhwatmuslimahindonesia)
Label:
Istri
Diposting oleh
warkah
di
17.21
0
komentar
Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Limbah Batang Pisang
![]() |
| cacahan bagian dalam pisang |
![]() |
| tong berisi campuran air dan gula |
Label:
Pupuk
Diposting oleh
warkah
di
17.16
0
komentar
Wahai Menantuku, Kini Kupasrahkan Putriku Yang Telah Kujaga Hampir Separuh Hidupku Kepadamu
Minggu, 17 Januari 2016

Wahai para suami, ataupun para calon suami, istrimua adalah pendampingmu. Coba renungkan tulisan dari seorang Ayah ini. Ayah yang rela melepas putri kesayangannya untuk dijadikan pendamping hidupmu, SELAMANYA...
Karena kelak, jika kau memiliki putri kecil, kelak kau akan mungkin merasakan hal yang sama...
***
Saat pertama kali putri kecil kami terlahir di dunia, dia menjadi simbol kebahagiaan bagi kami, orang tuanya. Bahagia yang tiada tara kami rasakan karenanya. Kami menjaganya siang dan malam, sampai kami melupakan keadaan diri sendiri. Kami sadar, memang seharusnyalah seperti itu kewajiban orang tua.
Kami besarkan dia dengan segenap jiwa dan raga. Kami didik dengan semaksimal ilmu yang kami punya. Dan kami jaga dia dengan penuh kehati-hatian.
Dan waktupun berlalu…
Dia kini telah menjadi sesosok gadis yang cantik. Betapa bangga kami memilikinya. Kami berpikir, betapa cepat waktu berlalu, dan terbersit dalam hati kami untuk tetap menahannnya disini. Bukan bermaksud meletakkan ego kami atas hidupnya, Namun sebagai orang tua, siapa yang dapat berpisah dari anaknya. Putri kesayangannnya.
Tapi,…
Hari ini, akhirnya datang juga. Saat dimana kami harus melihatnya terbalut dalam pakaian cantik, yaitu gaun pengantinnya. Gadis kecil kami telah tumbuh dewasa. Dan sesudah ijab kabul ini, kau lah kini yang menjadi penjaganya. Menggantikan kami. Mari ikatkan tanganmu kepadanya.
Waktu akhirnya memaksa kami berpisah dengannya. Walaupun kau adalah orang yang asing dan baru sebentar dikenalnya, sedangkan kami adalah orang tuanya yang telah mengorbankan semua yang kami punya untuknya. Namun, tak ada sama sekali kemarahan kami atas dirimu, menantuku. Namun ijinkan kami sedikit meluapkan kesedihan atas seorang putri kami yang harus jauh meninggalkan kami, karena harus mengikutimu. Kamipun tak akan protes kepadamu, karena mulai hari ini, dia harus mengutamakan kau diatas kami.
Tolong, jangan beratkan hatinya, karena sebenarnya pun hatinya telah berat untuk meninggalkan kami dan hanya mengabdi kepadamu. Seperti hal nya anak yang ingin berbakti kepada orang tua, pun demikian dengannya. Kami tidak keberatan apabila harus sendiri, tanpa ada gadis kecil kami dulu yang selalu menemani dan menolong kami dimasa tua.
Kami menikahkanmu dengan anak gadis kami dan memberikan kepadamu dengan cuma- cuma, kami hanya memohon untuk dia selalu kau jaga dan kau bahagiakan.
Jangan sakiti hatinya, karena hal itu berarti pula akan menyakiti kami. Dia kami besarkan dengan segenap jiwa raga, untuk menjadi penopang harapan kami dimasa depan, untuk mengangkat kehormatan dan derajat kami. Namun kini kami harus menitipkannya kepadamu. Kami tidaklah keberatan, karena berarti terjagalah kehormatan putri kami.
Jika kau tak berkenan atas kekurangannya, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, mohon jangan sakiti dia, sekali lagi, jangan sakiti dia.
Suatu saat dia menangis karena merasa kasihan dengan kami yang mulai menua, namun harus sendiri berdua disini, tanpa ada kehadirannya lagi. Tahukah engkau wahai menantuku, bahwa kau pun memiliki orang tua, pun dengan istrimu ini. Disaat kau perintahkan dia untuk menemani orang tuamu disana, pernahkah kau berpikir betapa luasnya hati istrimu? Dia mengorbankan egonya sendiri untuk tetap berada disamping orang tuamu, menjaga dan merawat mereka, sedang kami tahu betapa sedih dia karena dengan itu berarti orang tuanya sendiri, harus sendiri. Sama sekali tiada keluh kesah darinya tentang semua itu, karena semua adalah untuk menepati kewajibannya kepada Allah.
Dia mementingkan dirimu dan hanya bisa mengirim doa kepada kami dari jauh. Jujur, sedih hati kami saat jauh darinya. Namun apalah daya kami, memang sudah masa seharusnya seperti itu, kau lebih berhak atasnya dari pada kami, orang tuanya sendiri.
Maka hargailah dia yang telah dengan rela mengabdi kepadamu. Maka hiburlah dia yang telah membuat keputusan yang sedemikian sulit. Maka sayangilah dia atas semua pengorbanannya yang hanya demi dirimu. Begitulah cantiknya putri kami, Semoga kau mengetahui betapa berharganya istrimu itu, jika kau menyadari.
Label:
Anak
Diposting oleh
warkah
di
18.26
0
komentar
Manfaat Peterseli dan Lemon
Senin, 11 Januari 2016
-60 g peterseli (Peterseli adalah sejenis tanaman yang biasa dikonsumsi oleh orang-orang India dan orang-orang dari negara sekitarnya. Mereka biasa mengkonsumsinya sebagai sayuran atau campuran nasi khas India (baryani) atau dicampur pada masakan kari daging(baik kambing maupun sapi) serta di pakai pula sebagai campuran masakan kari ayam)
-300 ml air
Peras lemon, potong peterseli kecil-kecil, tempatkan dalam mangkuk dan tambahkan dengan air.
Label:
Herbal
Diposting oleh
warkah
di
18.13
0
komentar
7 Jus Buah Enak Peluntur Lemak
Memiliki tumpukan lemak di tubuh bukanlah hal yang baik untuk kesehatan Anda. Sebab lemak mampu menyumbat aliran darah yang menyebabkan munculnya penyakit jantung hingga stroke.
1. Jus Kubis

Kubis adalah sayuran yang sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Sebab kubis kaya akan asam tartarat yang mencegah konversi gula menjadi lemak dalam tubuh. Itulah sebabnya minum jus kubus sangat baik untuk menurunkan berat badan. Selain itu jus kubis yang kaya akan vitamin A dan vitamin C juga baik untuk kesehatan jantung Anda.
2. Jus Buah Peach

3. Jus Peterseli


5. Jus Lemon dan Jahe

6. Jus Wortel

7. Jus Mentimun

Label:
Herbal
Diposting oleh
warkah
di
18.04
0
komentar


