Manfaat Hidrogen Peroksida (H202) bagi Tanaman

Selasa, 29 Desember 2015


Artikel – Pernahkan anda mendengar istilah Hidrogen Peroksida? Apa itu Hidrogen Peroksida? Hidrogen Peroksida adalah senyawa kimia non toxic yang ditemukan oleh Louis Jackques Thenard pada tahun 1818 silam (Wikipedia). Senyawa kimia dengan rumus H2O2 ini memiliki ciri fisik berupa cairan bening seperti air, tapi sedikit lebih kental dari air dan memiliki bau khas keasaman serta mudah larut dalam air. Hidrogen Peroksida (H2O2) biasa digunakan sebagai bahan kimia anorganik dalam bidang industri dan banyak digunakan dalam bidang kedokteran. Hidrogen Peroksida merupakan oksidator kuat yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya. Karena itu senyawa ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar roket, pemutih pakaian, desinfektan dan sebagai oksidator. Hidrogen Peroksida juga banyak digunakan sebagai pembersih air yang tercemar oleh polusi. Meskipun aman bagi lingkungan dan tidak berbahaya, namun senyawa ini tidak dibenarkan penggunaannya pada makanan dan bahan kosmetik. Karena senyawa ini mudah bereaksi (oksidan kuat) dan bersifat korosif.
Manfaat H2O2 Bagi Tanaman
Benarkah Hidrogen Peroksida (H2O2) bisa menyuburkan tanaman?
Dari beberapa literatur yang saya baca menyebutkan bahwa senyawa Hidrogen Peroksida memiliki manfaat sebagai penyubur tanaman dan dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa jenis penyakit pada tanaman. Hidrogen Peroksida (H2O2) dapat diaplikasikan pada berbagai macam tanaman, seperti tanaman buah, sayuran, hortikultura, tanaman herbal dan lain sebagainya. Senyawa Hidrogen Peroksida (H2O2) bekerja dengan cara melepas atom oksigen yang berguna sebagai suplemen dan menyupali oksigen bagi tanaman. Seperti kita ketahui, bahwa tanaman memerlukan oksigen yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Merujuk pada sifat H2O2 sebagai desinfektan, maka senyawa ini juga dapat digunakan sebagai pengendali cendawan patogen dan bakteri parasit yang merugikan tanaman.
Bagaimana cara aplikasi Hidrogen Peroksida pada tanaman?
Penggunaan senyawa H2O2 pada tanaman dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain sebagai berikut ;
1. Dikocor pada akar/tanah
Fungsinya untuk menambah kadar oksigen dalam tanah, merangsang pertumbuhan akar, membunuh cendawan patogen dan bakteri patogen yang ada didalam tanah.
2. Disemprotkan pada tanaman
Untuk mencegah infeksi pada batang tanaman yang terluka dan mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan cendawan patogen.
3. Ditambahkan pada larutan nutrisi hidroponik
Berfungsi untuk menambah kadar oksigen pada larutan nutrisi.
4. Untuk merendam benih tanaman
Untuk mencegah bakteri dan cendawan patogen pada benih tanaman serta membantu mempercepat perkecambahan.
5. Untuk merendam titik tumbuh akar batang stek
Untuk mencegah infeksi akibat bakteri dan cendawan patogen juga berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar baru.
6. Untuk mencuci akar bibit tanaman
Akar bibit tanaman yang disemai tanpa polybag dicuci menggunakan larutan hidrogen peroksida untuk mencegah serangan bakteri dan cendawan patogen, serta merangsang pertumbuhan akar.
Keterangan dosis penggunaan :
Untuk kocor, merendam benih, mencuci akar, tambahan larutan nutrisi hidroponik, penyemprotan tanaman dan merendam batang stek :
1. Hidrogen Peroksida 3% : 4 sendok teh H2O2 untuk 1 liter air bersih
2. Hidrogen Peroksida 35% : 25 tetes H2O2 untuk 1 liter air
Demikian tentang manfaat Hidrogen Peroksida (H2O2) bagi tanaman, dosis penggunaan dan cara aplikasinya. Semoga bermanfaat….
Salam mitalom !!!

Menurut Imam Ghazali, Inilah 6 Tipe Wanita yang Tidak Boleh Dinikahi Meski Cantik dan Kaya


Seorang laki-laki yang sudah memenuhi syarat untuk menikah dan siap secara lahir dan batin, diharapkan segera untuk menikah. Namun dalam hal ini, hendaknya para laki-laki dapat memilih wanita terbaik yang akan ia jadikan istri dan juga ibu bagi anak-anaknya kelak.
Ilustrasi
Dalam Ihya’ Ulumiddin bab Adab Nikah, Imam Al Ghazali memberikan nasehat kepada laki-laki muslim agar tidak menikahi enam tipe wanita, yaitu : Al Annanah, Al Mananah, Al Hananah, Al Haddaqah, Al Barraqah, Dan Asy Syaddaqah.
Siapa saja yang termasuk dalam 6 tipe wanita menurut Imam Ghazali? Berikut ini penjelasannya:
Al Annanah
Al Annanah adalah wanita yang suka mengeluh dan mengadu.
Menikahi wanita tipe ini membuat suami sulit mencapai sakinah dalam keluarga. Sebab suka mengeluh tidak mendatangkan solusi apapun. Ia justru bisa menguras emosi suami. Sedangkan mengadu sering merusak hubungan baik dengan sesama, baik kerabat maupun sahabat. Apalagi jika yang suka diadukan istri adalah orang tua suami.
Al Mananah
Al Mananah adalah wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikan dan jasanya.
Menikahi wanita tipe ini membuat seorang laki-laki terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga. Jika ia berbeda pendapat dengan istrinya, sang istri mengungkit kebaikan dan jasanya. Apalagi jika secara ekonomi sang suami “lebih rendah” dari istrinya.
Selain itu, mengungkit kebaikan berbahaya bagi kehidupan akhirat keluarga. Setiap keluarga muslim pasti menginginkan bisa masuk surga bersama-sama. Namun, perilaku mengungkit kebaikan mengancam terhapusnya pahala kebaikan tersebut. Jika pahala-pahala kebaikan terhapus, lalu apa bekal untuk masuk surga?
Al Hananah
Al Hananah adalah wanita yang suka menceritakan dan membanggakan orang di masa lalu.
Jika ia janda, ia membangga-banggakan mantan suaminya. Jika ia belum pernah menikah sebelumnya, mungkin ia membangga-banggakan ayahnya dan membandingkan dengan suaminya. Atau mungkin membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan suami.
Lebih parah lagi, kalau ternyata ia pernah pacaran sebelum menikah dan membangga-banggakan pacarnya di hadapan suami.
Al Haddaqah
Al Haddaqah adalah wanita yang keinginan belanjanya besar, mudah tertarik suatu barang atau produk, dan suka meminta suami membelikan. Pendek kata, boros dan konsumtif.
Jika wanita-wanita tipe sebelumnya menguras emosi suami, wanita tipe ini menguras kantong suami. Meskipun suaminya orang yang kaya, boros tetap tidak baik dan tidak disukai agama.
Apalagi jika suaminya pas-pasan atau miskin. Betapa banyak suami yang akhirnya terperosok ke jalan haram gara-gara permintaan istri yang berlebihan.
Al Barraqah
Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa ada dua makna al Barraqah.
Pertama, ia adalah tipe wanita yang suka berhias sepanjang hari. Meskipun demi tampil menawan di hadapan suami, berhias sepanjang hari termasuk sikap berlebihan.
Berlebihan dalam belanja kosmetik dan berlebihan dalam pemanfaatan waktu yang mengabaikan kewajiban-kewajiban lainnya. Apalagi jika niatnya bukan untuk suami.
Kedua, wanita yang tidak mau makan dan suka mengurung diri sendirian.
Dengan kata lain, ia tipe penyedih. Bagaimana keluarga bisa sakinah mawaddah wa rahmah kalau sang istri suka berbuat demikian?
Asy Syaddaqah
Asy Syaddaqah adalah tipe wanita yang suka nyinyir dan banyak bicara.
Hampir setiap hal dikomentari dan komentarnya bukanlah komentar yang bermanfaat. Ada hal yang wajar saja dikomentari negatif apalagi jika ada kesalahan.
Menikahi wanita tipe ini, sulit bagi suami menemukan kedamaian karena semua sikapnya akan menjadi sasaran komentar nyinyir sang istri.
Itulah 6 tipe wanita yang sebaiknya tidak dijadikan istri atau pendamping hidup menurut Imam Ghazali. Semua itu demi kebaikan dan ketentraman rumah tangga dan keluarga kelak. Bukankah tujuan menikah adalah untuk ibadah? Oleh sebab itu, dalam memilih istri, sebaiknya yang dinilai pertama kali adalah akhlaknya. Semoga dengan begitu, akan terbina suatu rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Amiin Yaa Rabbal Alamiin

BUNGA KITOLOD/PITOLOD /KEMBANG JANGAR

Senin, 28 Desember 2015

Tanaman kitolod atau kembang jangar / bunga bintang lima ini tumbuh liar di semak–semak, di tepi jalan, di pinggir selokan seolah terabaikan tak ada manfaatnya.

Baru sadar, Allah menciptakan apapun pasti ada hikmah dan manfaatnya, ternyata bunganya mempunyai khasiat yang luar biasa untuk mengobati berbagai penyakit mata seperti silinder, katarak, rabun jauh, rabun dekat, mata minus, plus, nyeri dan perih pada mata.

Teman saya mengatakan bunga bintang lima (kitolod) karena jumlah kelopaknya lima (mungkin begitu) karena pengalaman dia dengan bunga ini tak pernah terlupakan yaitu penyakit mata silinder si budi.

Anaknya yang masih kelas 4 SD harus memakai kacamata dan terlihat tak nyaman.setelah dioboti dengan bunga kitolod dengan cara ditetesi air celupan bunga kitolod secara rutin hingga beberapa bulan, akhirnya sembuh .

Ternyata setelah membaca buku tentang obat herbal, bunga kitolod di dalamnya ada senyawa seperti politerol, alkaloid, flavonoid, dan samponi yang dapat mengobati beberapa penyakit mata.

BUNGA KITOLOD MENYEMBUHKAN MATA RABUN, SILINDER, KATARAK, PLUS MINUS

Untuk pengobatan caranya :

1. Petik bunga kitolod beberapa tangkai, kemudian masukan ke dalam gelas yang berisi air bersih, diamkan beberapa menit.

2. Kemudian ambil, teteskan ujung tangkainya pada bagian mata kanan dan kiri (masing-masing dua tetes) atau pada bagian mata yang sakit saja.

3. Pada saat penggunaan, mata terasa perih dan terasa sepet .itu hanya sebentar, kemudian lakukan berulang–ulang, minimal 3x sehari.

Rasakan hasilnya beberapa hari kemudian.
Semoga Bermanfaat
Sumber: http://risalah-hatii.blogspot.sg/2015/12/sebarkan-demi-kemanusiaan-bunga-kitolod.html

Asam Urat Akut sembuh dengan teh pepaya kelapa..


Resep ini cocok buat penyakit asam urat, yang biasanya di sekitar persendian sering sakit, cara memasaknya mudah, demikian juga dengan bahannya, hanya saja, tempat memasaknya tidak boleh menggunakan alat masak alumunium, di karenakan di kuatirkan beracun, karena beberapa unsur kimia dalam herbal tidak boleh bercampur dgn logam alumunium. Pokoknya apa saja asal bukan alumunium.
smile emotikon
Bahan:
Setengah buah pepaya muda
bubuk teh apa saja
1 butir kelapa muda
Caranya : Setengah biji pepaya muda, buang biji. Jgn buang kulit. Di potong2, tempatkan di wadah, tambahkan 4 mangkok air sekitar 800 ml, masak hingga mendidih, setelah mendidih, kecilkan api, masak lagi 3 mnt. Matikan api, tambahkan 1 sdm daun teh (teh bubuk juga boleh, teh apa saja.) Biarkan setengah jam, saring airnya, tambahkan 1 butir air klapa muda segar.
Minum airnya, habiskan dalam 1 hari. Teh pepaya muda air kelapa, jgn di kulkaskan.
(Resep ala sinsei cina ibu stephani ziang)

Jangan Pernah Remehkan Sekecil Apapun Kebaikan


JIKA engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah ia…barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat.
Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah ia, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.
Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia… Barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.
Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.
Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti… Setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.
Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata, “Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya.”
Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) kamu bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.” (HR. Muslim). []

ciri-ciri istri sholehah menurut Al Qur'an

Minggu, 27 Desember 2015

Wahai pria dan wanita apakah kamu hendak menikah? Apakah kamu sedang bingung untuk menentukan pasangan hidup? Atau kamu ingin menjadi yang terbaik untuk suamimu? Silahkan dibaca dan dihayati artikel berikut ini. Istri yang sholehah merupakan dambaan dari setiap orang, baik itu pria ( suami ) maupun wanita ( istri ). Namun kadang kala kita tidak mengetahui ciri ciri seorang istri yang mulia. Berikut ada beberapa ciri dari seorang istri yang sholehah: Sifat istri shalihah bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:
 1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)
 2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya. Hadits Rosululloh Saw ; “jika seorang suami, mengajak istrinya ke tempat tidur, tapi istrinya tidak mau melayaninya, lalu suami tidur dalam keadaan marah. Maka Malaikat melaknat istrinya hingga datang waktu pagi (subuh),.”
 3. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)
 4. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Saya perlu waktu 1 hari untuk membuat artikel ini, namun Anda cuma perlu 1 detik untuk mengk lik ik lan di blog ini, dan anda telah menghargai kerja keras saya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)
 5. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar’i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)
 6. Tidak memberikan Kemaluan nya kecuali kepada suaminya. Al Quran : “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (an-Nuur: 2-3). “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32) “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (al-Furqaan: 68-69). “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (al-Mumtahanah: 12). HADIS : Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim [107]). Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rauslullah saw. bersabda, “Tidaklah berzina seorang pezina saat berzina sedang ia dalam keadaan mukmin,” Masih diriwayatkan darinya dari Nabi saw. beliau bersabda, “Jika seorang hamba berzina maka keluarlah darinya keimanan dan jadilah ia seperti awan mendung. Jika ia meninggalkan zina maka kembalilah keimanan itu kepadanya,” (Shahih, HR Abu Dawud [4690]). Diriwayatkan dari al-Miqdad bin al-Aswad r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya, “Bagaimana pandangan kalian tentang zina?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamat.” Beliau bersabda, “Sekiranya seorang laki-laki berzina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia berzina dengan isteri tetangganya,” (Shahih, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad [103]).
 7. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
 8. Melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ”Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).
 9. Amanah. Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).
 10, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ” Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum [30]: 21). Sumber: dari berbagai sumber dan sariful.com Itu adalah beberapa kriteria sebagai istri yang sholehah, walau tidak ada manusia yang sempurna ( istri / suami yg sempurna ) tapi sangat lebih baik jika anda bisa memenuhi kewajiban anda sebagai istri dan mendapatkan hak yang seharusnya anda dapatkan. Seburuk-buruknya suami anda, dia tetap imam dan pemimpin di keluarga anda. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Seorang perempuan jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (Majmu Fatawa 32/261). Hadits Rosululoh dalam kitab Mukhtarul Ahaditsin Nabawiyyah ; “Apabila seorang wanita sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, ta’at kepada suami, menjaga krehormatan dirinya. Maka akan masuk Syurga dari pintu mana saja yang dia mau.”

15 HIKMAH SAKIT

Oleh: Salim A. Fillah 1. Sakit itu dzikrullah Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma ALLAH di banding ketika dalam sehatnya. 2. Sakit itu istighfar Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit, sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun. 3. Sakit itu tauhid Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar? 4. Sakit itu muhasabah Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali. 5. Sakit itu jihad Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah, di wajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya. 6. Bahkan Sakit itu ilmu Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit. 7. Sakit itu nasihat Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri, yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar, ALLAH cinta dan sayang keduanya. 8. Sakit itu silaturrahim Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah. 9. Sakit itu gugur dosa Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan di cuci-Nya. 10. Sakit itu mustajab do’a Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta dido’akan oleh yang sakit. 11. Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan, di ajak maksiat tak mampu tak mau, dosa lalu malah disesali kemudian diampuni. 12. Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis, satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit. 13. Sakit meningkatkan kualitas ibadah, rukuk-sujud lebih khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-do’a jadi lebih lama. 14. Sakit itu memperbaiki akhlak, kesombongan terkikis, sifat tamak di paksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu. 15. Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati, mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan. Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa memberi kesembuhan atas penyakit yang saat ini sahabatku derita dan Allah berikan kemudahan untuk mengambil hikmahnya. sumber: republika

BERHENTILAH MENJADI GELAS

“Seorang guru sufi mendatangi seorang murid nya ketika wajah nya belakangan ini selalu tampak murung. “Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana pergi nya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya. “Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habis nya,” jawab sang murid muda. Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan Guru nya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta. “Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum air nya sedikit.” Si murid pun melakukan nya. Wajah nya kini meringis karena meminum air asin. “Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru. “Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis. Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah murid nya yang meringis keasinan. “Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa murid nya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulut nya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulut nya, tapi tak dilakukan nya. Rasa nya tak sopan meludah di hadapan Mursyid, begitu pikir nya. “Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk diduduki nya, tepat di pinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tangan nya, mengambil air danau, dan membawa nya ke mulut nya lalu meneguk nya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokan nya, Sang Guru bertanya kepada nya, “Bagaimana rasa nya?” “Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibir nya dengan punggung tangan nya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan air nya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulut nya. “Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?” “Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminum nya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikan nya, membiarkan murid nya itu meminum air danau sampai puas. “Nak,” kata Sang Guru setelah murid nya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyak nya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh ALLAH, sesuai untuk dirimu. Jumlah nya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.” Si murid terdiam, mendengarkan. “Tapi Nak, rasa ‘asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besar nya qalbu yang menampung nya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”" –

Sebuah Kisah Nyata Penuh Hikmah Suami Shalih - Istri Shalihah

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata : Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami. Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya… Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut. Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki. Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu. Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah. Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya. Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku... Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya. Putriku bercerita : Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-. Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??" Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya… Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya… Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…" Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh. Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku… Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan. Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ Ų®ُيْŲ±ًŲ§ Ų­ًافِŲøًŲ§ وَهُوَ يَŲŖَوَŁ„َّى الصَّŲ§Ł„ِŲ­ِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..?? Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma… Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya. Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur… Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup… Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah…. Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin (SELESAI…) Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah… Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus… Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya… (sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)

Hikmah Nabi melarang Pria menggunakan Emas

Di dalam Islam, laki-laki diharamkan memakai perhiasan yang terbuat dari emas. Dan jika mengacu pada hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dapat ditarik kesimpulan bahwa laki-laki diharamkan memakai perhiasan emas sedangkan bagi wanita tidak. Apa alasannya? Atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit melalui pori-pori dan masuk ke dalam darah manusia. Jika seorang pria mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang akan ditimbulkan adalah di dalam darah dan urine akan mengandung atom Au (emas) dalam kadar yang melebihi batas yang dikenal dengan "migrasi emas". Apabila hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan menyebabkan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah suatu penyakit dimana penderitanya akan kehilangan semua kemampuan mental dan fisik sehingga menyebabkan penderitanya akan kembali seperti anak kecil. Lalu mengapa Islam memperbolehkan wanita untuk mengenakan emas? Wanita boleh mengenakan emas kaarena wanita tidak menderita masalah ini disebabkan setiap bulan, partikel berbahaya tersebut bisa keluar dari tubuh wanita melalui darah menstruasi. Penelitian tentang penyakit ini juga menyebutkan bahwa dalam tubuh seorang wanita terdapat sebuah lemak unik. Lemak yang berbeda dan tidak dimiliki oleh seorang laki-laki. Lemak ini akan membantu mencegah unsur senyawa atom emas (Au) masuk kedalam tubuh, sehingga hanya berada di dalam kulit. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan larangan pria memakai perhiasan emas sejak lebih 1400 tahun yang lalu. padahal beliau tidak pernah secara khusus belajar ilmu Fisika dan Kimia seperti di abad modern sekarang ini. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincin yang dikenakannya, kemudian melemparkannya ke tanah. (HR. Bukhari dan Muslim). Maka dari itu wahai saudaraku laki-laki muslim, marilah kita melepas perhiasan emas yang menempel di tubuh kita. Janganlah kita menimbun bakal penyakit di dalam tubuh. Sumber referensi : majalah Nurul Hayat Edisi 126 (Juli 2014), Rubrik 'islam Dan Sains' hal. 20

30 Tahun Ia Menangis Karena Hamdallah

NAMANYA SIRRIY SIOTHY. Sering juga disebut dengan as-Surkati, Gara-gara mengucap hamdallah, ia menangis memohon ampun kepada Allah selama tiga puluh tahun. Ia beristigfar setiap hari, setiap saat ia ingat, karena menyesali ucapan alhamdulillah yang pernah keluar dari mulutnya. Ketika ditanya bagaimana ia bisa berlaku demikian, Sirriy Siqthy menuturkan : "Saat itu aku punya sebuah toko di Baghdad. Suatu saat aku mendengar berita bahwa pasar Baghdad hangus dilalap api. Toko yang kumiliki berada di dekat pasar tersebut. Aku bersegera pergi ke sana untuk melihat apakah tokoku juga terbakar atau tidak. Seseorang berkata kepadaku, api tidak sampai di tokomu.' Aku pun mengucapkan Alhamdulillah”. "Setelah itu aku berpikir." kata Sirriy Siqthy melanjutkan ceritanya, 'Apakah hanya engkau saja yang berada di dunia ini ?. Tidakkah ada empat toko lainnya yang terbakar. Tokomu memang tidak terbakar, tetapi toko-toko lainnya terbakar. Ucapan alhamdulillah berarti bahwa engkau bersyukur api tidak membakar tokomu. Jadi engkau rela toko orang lain terbakar asalkan tokomu tidak terbakar.” Sirriy Siqthy kemudian melanjutkan ucapannya, 'Aku berkata lagi pada diriku. 'Tak adakah barang sedikit rasa sedih atas musibah yang telah menimpa kaum Muslimin, hai Sirriy ?". Sirriy Siqthy kemudian mengutip hadis Nabi saw., "Barangsiapa melewatkan waktu paginya tanpa memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka tidaklah dia termasuk dari mereka." Ketakutan Sirriy Siqthy kalau-kalau tidak termasuk golongan kaum Muslimin inilah yang menyebabkan ia menangis terus-menerus selama tiga puluh tahun. Setiap hari ia dibayang-bayangi oleh rasa bersalah tentang betapa nista dirinya karena tak ada bela sungkawa kepada saudaranya sesama Muslim yang ditimpa bencana. Ia merasa menyesal karena di saat saudaranya sesama Muslim ditimpa bencana, ia justru mengucapkan alhamdulillan. Bukan pernyataan bela sungkawa. Kisah Sirriy Siqthy ini terasa begitu mendesak untuk kita baca. Hari ini, ketika perasaan kita telah mati dan itsar (altruisme) sudah nyaris terkikis habis, kita perlu berkaca sejenak pada pribadi-pribadi menakjubkan semacam Sirriy Siqthy. Jika ia menangis memohon ampun hanya karena mengucap hamdalah, masih pantaskah kita mengaku sebagai ummat Muhammad ?. Layakkah kita mengharap syafa'at Rasulullah saw., sementara kita tak pernah memperhatikan kerabat dan keluarga yang kekurangan, ataupun tetangga yang merintih kelaparan ?. Layakkah kita mengharap surga bersama Nabi dan para syuhada, sedangkan kita tidak pernah mau menyisihkan sedikit dari harta kita untuk membersihkan diri itu berubah menjadi penentangan terhadap kebenaran. Sungguh, Allah yang mengampuni karenanya, tak ada hak bagi kita untuk orang-orang yang mau bertaubat karena menganggap tak mungkin diampuni. Ingatlah ketika Rasulullah saw. Bersabda, "Seorang laki-laki berkata, 'Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni dosa seseorang.' Ketahuilah, sesungguhnya Allah swt. akan berkata kepada orang yang bersumpah tadi : Orang-orang yang bersumpah dengan nama-Ku agar Aku tidak mengampuni dosa seseorang, maka sesungguhnya Aku akan mengampuninya dan niscaya Aku hapus amal atau perbuatanmu,'" (HR Muslim). Berpijak pada hadis ini, setiap kita hendaklah berhati-hati dalam menilai. Betapa pun badan sudah penuh tato, hidung sudah bertengger anting-anting dan mulut sudah berlumur kata-kata kotor, kita tetap tidak memiliki hak untuk menghalangi jalan mereka memperbaiki diri. Di antara ereka yang saat ini hidup penuh dengan kekejian, sangat mungkin besok menjadi penolong agama Allah dengan perjuangan yang benar-benar bersih dan gigih. Betapa pun pikiran sudah dipenuhi dengan hal-hal yang bertentangan dengan agama, tetapi tak ada yang mustahil untuk sebuah perubahan besar bila hidayah Allah telah datang. Bukankah Umar bin Khathab dahulunya adalah penentang agama yang paling keras ? Tapi setelah hidayah datang, dialah .yang banyak berkorban untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi bersama Nabi. Begitu pun Abu Dzar al-Ghifari. Nah ! *

BUDIDAYA SELADA HIDROPONIK

Budidaya selada hidroponik tidak jauh berbeda seperti menanam tanaman sayuran secara hidroponik di artikel - artikel sebelumnya. Menanam selada secara hidroponik memiliki banyak keuntungan dan bisa menjadi bisnis anda dirumah. Budidaya Selada hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kepekatan larutan nutrisinya. Hal ini karena setiap jenis sayuran memerlukan kepekatan nutrisi yang berbeda - beda. Tapi dengan penjelasan saya dibawah ini semoga pembaca tidak kesulitan untuk memahami cara budidaya selada hidroponik ini. Tahap penyemaian. Sebelum tanaman ditanam pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada proses penyemaian ini saya menggunakan arang sekam karena selain murah, mudah didapat di daerah saya juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak). Bahan yang diperlukan adalah : Baskom bekas untuk penyemaian Arang sekam Benih selada Plastik hitam Caranya : Masukkan arang ke baskom yang telah dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya Taburkan benih secara merata di atas arang sekam. Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja. Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana. Tutup dengan plastic hitam selama dua hari. Setelah 2 hari, buka tutup plastic. Biasanya benih sudah tumbuh. Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik) Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu dan tanaman siap pindah tanam. Tahap pindah tanam. Setelah bibit selada berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan. Alat/bahan yang diperlukan : Netpot (saya pakai pipa 1” atau kepala botol plastik Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan. Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm Baskom/ember yang sudah diisi air bersih. Caranya : Ambil bibit besrta medianya sekalian. (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus) Masukkan bibit besrta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air Goyangkan bibit dengan pelan – pelan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel. Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air) Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel. Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot. Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi. Tahap pembesaran Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran sampai masa panen. Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena saya bertanam masih memakai system air menggenang, jadi yang saya lakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan lagi. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua. Biasanya setelah 25 – 30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen. Pada saat praktek menanam selada menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156 lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5”. Setiap lubang tanam diisi 2 bibit selada. Kalau dikalkulasi secara ekonomi untuk di Bontang, Biaya untuk buat Rak : Pipa 2,5” 6 batang   Rp. 240.000 Lbow 4 pcs           Rp.   24.000 T join 9 pcs         Rp.   54.000 Total                 Rp. 318.000 Harga pupuk Pupuk ABmix 1 paket harga Rp.   75.000 Ongkir                    Rp.   65.000 Total                     Rp. 140.000 Untuk pupuk 1 paket bisa jadi 1000 liter larutan nutrisi. Jadi harga 1 liter air nutrisi Rp. 140. Kebutuhan sampai panen 80 liter. Jadi biaya pupuk sampai panen = 80 liter x Rp. 140 = Rp. 11.200 Penjualan 1 ikat selada terdiri dari 2 pohon harga Rp. 4000 di pengepul. Hasil panen 156 ikat. Jadi hasil dari satu siklus penanaman : 156 x 4000 = Rp. 624.000 Untuk Diingat Selada perlu 560-840 ppm nutrisi . Untuk 1 minggu pertama siram memakai air biasa, selanjutnya memakai larutan nutrisi encer (350-400ppm) saja. Jangan lupa harus terkena matahari.

Senin, 02 Februari 2015

10Tips Berbicara Pada Anak Agar Mereka Mendengar

1. Connect before you direct
Sebelum memberikan arahan kepada anak Anda, jongkoklah setinggi level
mata anak Anda dan tatap matanya untuk mendapatkan perhatiannya.
Ajarlah dia bagaimana untuk fokus: ‘Mary, saya butuh perhatianmu’ ,
‘Billy, saya butuh kamu mendengarkan ini’. Berikan ‘bahasa tubuh’ yang
sama saat mendengarkan mereka. Pastikan kontak mata Anda tidak terlalu
intens sehingga anak Anda menganggap pandangan mata itu sebagai cara
‘berkomunikasi’ bukan ‘mengontrol’ .

2. Address the child
Awali permintaan Anda dengan menyebutkan nama anak Anda, Lauren, bisa
tolong …

3. Stay brief
Gunakan aturan ’satu kalimat’: letakkan kata arahan di permulaan
kalimat. Semakin lama Anda bertele-tele, anak Anda semakin berperi
laku ‘tuli’ dengan isi kata-kata Anda. Terlalu banyak bicara adalah
kesalahan paling umum terjadi saat berdialog tentang suatu masalah.
Kondisi seperti ini membuat anak Anda merasa bahwa Anda sendiri tidak
terlalu yakin dengan apa yang ingin Anda sampaikan. Dan ia akan
beranggapan bahwa semakin ia membuat Anda terus bicara, semakin mudah
membuat Anda menyimpang dari pokok
masalah sebenarnya.

4. Stay simple
Gunakan kalimat-kalimat pendek dengan kata-kata yang mengandung 1 suku
kata. Cobalah dengarkan bagaimana anak-anak berkomunikasi dengan teman
sebayanya dan cermatilah caranya. Bila anak Anda sudah memperlihatkan
pandangan yang menunjukkan bahwa ia sedang tidak berminat, itu artinya
kata-kata Anda tidak lagi dimengerti olehnya.

5. Ask your child to repeat the request back to you
Jika ia tidak dapat mengulanginya, mungkin kata-kata Anda terlalu
panjang atau terlalu rumit.

6. Make an offer the child can’t refuse
Anda dapat memberikan alasan kepada seorang anak usia 2 atau 3 tahun,
khususnya untuk menghindari ‘unjuk kekuatan’ antara Anda dengannya,
misalnya: ‘Cepat berpakaian supaya kamu bisa main di luar’. Berikan
sebuah alasan untuk permintaan Anda yang memang untuk ‘keuntungan’
sang anak dan juga ’sulit untuk ditolak’ dia. Kondisi ini akan
membuatnya tidak mencoba ‘unjuk kekuatan’ dan mau melakukan apa yang
kita inginkan.

7. Be positive
Daripada mengatakan ‘Jangan lari-lari!’, cobalah dengan: ‘Di dalam
rumah kita berjalan, di luar rumah kamu boleh berlari’.

8. Begin your directives with I want.
Daripada mengatakan ‘Turun!’, cobalah dengan: Saya ingin kamu turun’.
Daripada, ‘Sekarang giliran Becky’, cobalah dengan: ‘Saya ingin kamu
beri giliran buat Becky’. Metode seperti ini berhasil baik untuk
anak-anak yang ingin bersikap baik tapi tidak suka ‘diperintah’ .
Dengan mengucapkan,
‘Saya ingin,’ Anda memberinya alasan untuk ‘rela melakukannya’
dibandingkan hanya sekadar ’sebuah perintah’.

9. When … then.
‘Setelah kamu selesai menggosok gigi, saya akan mulai membacakan
cerita’. ‘Setelah PR mu selesai, kamu boleh nonton TV’. Kata ’setelah’
yang menyatakan bahwa Anda mengharapkan ‘kepatuhan’, lebih berhasil
diterapkan dibandingkan kata ‘kalau’. Pemilihan kata ini mengondisikan
anak pada suatu pilihan, saat Anda tidak bermaksud memberinya pilihan.

10. Leg first, mouth second.
Daripada berteriak ‘Matikan TV, sekarang makan malam!’, cobalah untuk
berjalan mendekati anak, bergabung dengan keasyikannya nonton TV
sebentar,dan setelah itu, saat ada jeda iklan TV, mintalah anak Anda
mematikan TV. Berjalan mendekati anak Anda sebelum memintanya
melakukan sesuatu memiliki pesan tersirat bahwa Anda serius dengan
permintaan Anda. Jika tidak demikian, anak-anak hanya akan
menafsirkannya sebagai pilihan belaka.

Menurut saya, berikut adalah beberapa contoh dari cara mendidik anak yang kurang baik.

1. Jika anak terjatuh karena menyenggol meja, kita memukul mejanya dan mengatakan pada si kecil bahwa meja itu jahat.

atau:

kalau anak A memukul anak B sehingga si B menangis, kita akan (pura-pura) memukul si A di depan si B agar si B tidak menangis lagi.

Sikap seperti ini akan mendidik anak menjadi manusia pendendam. Si anak juga akan terdidik untuk menjadi manusia yang tidak pernah merasa bersalah. "Pokoknya apapun yang terjadi, yang salah adalah orang lain, bukan saya!"

2. Kalau anak terjatuh, kita akan langsung menggendongnya dan melindunginya, bersikap seolah2 si anak baru saja mengalami musibah yang sangat besar.

Sikap seperti ini akan mendidik anak menjadi manusia manja, yang tidak kuat menahan cobaan hidup. Mereka akan gampang menyerah jika menghadapi masalah.

Saya kira, biarkan sajalah kalau anak kita cuma jatuh biasa. Bilang bahwa jatuh itu biasa, dan yang ia alami tak perlu dikhawatirkan. Kecuali kalau jatuhnya keras sehingga kepalanya benjol, itu lain ceritanya, hehehehe...

3. Menakut-nakuti si anak akan adanya hantu.
Biasanya, cara seperti ini digunakan oleh orang tua jika anak mereka bandel atau tidak bisa diberitahu.

memang, dalam jangka pendek sikap seperti ini biasanya efektif. Tapi untuk jangka panjang, ini justru tidak baik. SI anak akan tumbuh menjadi seorang yang penakut. ia akan takut pada hantu, padahal hanti atau jin sebenarnya tak perlu ditakuti. Mereka adalah makhluk yang jauh lebih rendah dari manusia. Mulai sekarang, kita justru harus menamamkan pengertian pada anak bahwa hantu tak perlu ditakuti. Kita justru harus "anggap remeh" terhadap hantu.

4. Terlalu banyak melarang.
"Jangan nak, nanti kamu jatuh."
"Jangan main air dong, nanti masuk angin."
"Kok makannya belepotan gitu? Jorok tahu!"
"Itu nasi kok dibuang? Kan mubazir!"

Anak adalah jenis manusia yang sedang dalam proses belajar. Jadi wajar dong, kalau mereka sering melakukan kesalahan. Jika mereka membuang nasi misalnya, langkah terbaik bukanlah memarahi mereka dan mengatakan itu mubazir. Tapi alangkah baiknya jika kita memberitahu mereka dengan cara yang lebih menyenangkan, dan bisa diterima oleh pikiran mereka yang masih terbatas.

Terlalu banyak melarang juga akan mendidik anak menjadi manusia yang tidak berani mencoba hal-hal baru.

5. Menganggap si anak sebagai orang bodoh
Kita sering berkata, "Ah, anak kecil, Tahunya apa!"

Padahal, banyak anak kecil yang berhasil menunjukkan kehebatan mereka. Mereka berhasil membuktikan bahwa mereka adalah orang-orang yang pintar dan hebat, walau usia masih amat muda.

Saya kira, kita harus menghargai eksistensi setiap anak, apalagi kalau anak sendiri! Kita justru harus memperlakukan mereka sebagai seorang manusia yang berpotensi. Kita tak pernah tahu persis, seberapa besar ilmu pengetahuan yang sudah tersimpan di kepala anak kita. Karena itu, jangan sekali-kali menganggap mereka bodoh, belum tahu apa-apa, dan sebagainya.

Dengan memperlakukan mereka secara wajar, ini akan mendidik anak menjadi seorang manusia yang percaya diri sehingga ia akan lebih mudah meraih sukses.

6. Memarahi anak jika mereka bertanya
Mungkin kita punya anak yang terlalu banyak bertanya. Karena bosan dan jengkel, kita memarahinya, mengatakan mereka cerewet, bahkan menyuruhnya untuk tidak terlalu banyak bertanya.

Padahal, anak yang cerewet atau sering bertanya, sebenarnya adalah anak yang sangat pintar. Mereka ingin tahu banyak hal. Karena itu, cobalah untuk bersabar menghadapi mereka. Jawablah pertanyaan2 mereka sebisa mungkin, dengan cara yang menyenangkan. Dengan cara seperti ini, kreativitas dan kecerdasan anak akan tumbuh dengan sewajarnya.

Ada baeknya juga kok, kita nganggep mereka tuh kadang sebagai teman. ajak diskusi, hal2 yang kecil yang mereka paham.. atopun saling bercerita (antara ortu dan anak) tentang apa yang masing2 lakukan dalam keseharian. tentu saja dari pihak ortu mengemasnya sedemikian rupa dalam versi anak, sehingga tetap membuat anak ceria.

Sekali tempo, boleh juga kok dibiarin ujan2.. tentu saja di bawah pengawasan kita, dan liat kondisi si anak. sebentar aja ok tuh, biar mereka ngerasain, ternyata hujan itu emang rahmat dari Allah yang harus kita syukuri, so ga bole kita melaknat hujan... hehe.. apa hubungannya neh... ada dunk ^_^

bener juga tambahan dari Ira, jangan berbohong sama anak
emang bikin kita muter otak sih, tapi merangsang ortu untuk kreatif menyampaikan kebenaran dengan caranya masing-masing :)
jgn sampai anak kehilangan kepercayaan pada ortunya yg akhirnya bikin anak ogah sharing sama ortu ketika beranjak remaja.

Bagian yang 'melarang' itu, bisa diganti dengan menyampaikan yang 'seharusnya' atau 'sebaiknya' dan mengarahkan kepada perbuatan baik yang kita inginkan untuk dilakukan oleh anak.

Alih-alih mengatakan: "Jangan nak, nanti kamu jatuh."

Sebaiknya melakukan: dekati anak, bimbing sambil memastikan dia tidak jatuh, dan mengarahkan apa yang harus dia lakukan seperti cara melangkah, cara berpegangan, dan menyemangatinya.

Alih-alih mengatakan: "Jangan main air dong, nanti masuk angin."
Sebaiknya melakukan: dekati si anak, ajak dia cuci tangan dengan baik, kemudian arahkan ke permainan yang lain.

Alih-alih mengatakan: "Kok makannya belepotan gitu? Jorok tau!"

Sebaiknya mengatakan: "Alhamdulillah anakku makannya asyik sekali. Yuk dibantu supaya rapi makannya ya." Sambil mengarahkan gerakan tangannya.

Begitu kira-kira, semoga bermanfaat.

Beberapa waktu lalu, sebelum pelaksanaan Pilkada, saya berkesempatan mewawancarai Pak Nurmahmudi Ismail, yang kini terpilih sebagai Walikota Depok. Ini adalah dalam rangka menjalankan tugas dari sebuah penerbitan yang hendak menulis biografi mantan Menteri Kehutanan ini.

Karena yang ditulis adalah biografi, maka pertanyaan saya mencakup semua aspek, mulai dari masalah pribadi hingga pandangan beliau tentang politik, dan sebagainya.

Ada sebuah pertanyaan standar yang saya ajukan ketika itu, "Apa Bapak punya kiat khusus dalam mendidik anak?" Hm, sebuah pertanyaan yang amat standar, kan? Karena itu, saya menanyakannya dengan sikap yang biasa-biasa saja, jauh dari antusias. Saya pikir, kalau wawancara ini bukan dalam rangka menulis biografi, saya akan malas mengajukan pertanyaan itu.

Lantas, sebelum beliau menjawab, saya pun sempat berpikir yang macam-macam. Ah, paling dia memberikan jawaban yang standar juga, pikir saya. Mungkin dia akan menjawab, 'Saya mendidik anak dengan keteladanan', atau 'Saya tidak mengatur cita-cia anak. Biarkan mereka yang tentukan sendiri. Orang tua tinggal mengarahkan.' Dan seterusnya dan seterusnya.

Namun, ketika jawaban demi jawaban mengalir dari mulut Pak Nur (demikian ia biasa dipanggil), saya terkesima. Saya seketika sadar bahwa berburuk sangka itu memang tidak baik. Pak Nur menjelaskan metode pendidikan anak yang unik, menarik, dan belum pernah saya dengar sebelumnya.

Berikut adalah cuplikan jawaban beliau, yang saya tulis ulang dengan kalimat sendiri.

Saya melatih anak-anak untuk mengungkapkan buah pikiran dan perasaan secara verbal, melalui praktek langsung. Sebagai misal, si anak saya suruh bertandang ke rumah pakliknya di Blitar yang memiliki kandang ayam petelor. Selama berada di sana, mereka harus membuat laporan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan ternak ayam tersebut, seperti proses pemeliharaannya, penjualannya, pemberian makanan, dan sebagainya. Dengan cara seperti ini, mereka akan terlatih untuk bertanya tentang apa saja dan menyusun laporan atas kejadian-kejadian yang mereka alami. Dan semua ini disampaikan dalam suasana yang akrab, sambil bercanda dan bercengkerama. Kalau laporannya jelek, itu tidak masalah. Yang penting adalah latihannya. Hal-hal seperti ini diharapkan dapat mengembangkan kecerdasan emosional mereka.

Sejak dini, anak-anak juga sudah saya didik untuk hidup mandiri dan mengenal realitas dunia yang sebenarnya. Pada waktu libur, mereka saya suruh bekerja magang di perusahaan tertentu. Misalnya, salah seorang anak saya pernah menginap di kantor Penerbit Asy Syaamil di Bandung. Dia melihat proses penerbitan dan percetakan secara langsung. Hal-hal seperti ini akan mendidik mereka untuk memahami bahwa segala sesuatu di dunia itu tidak datang dengan sendirinya. Ia akan melalui proses tertentu yang membutuhkan perjuangan keras, menghadapi banyak kendala, dan sebagainya. Dalam waktu dekat, saya juga berencana menempatkan anak saya menjadi kasir di swalayan, tapi belum tercapai.

Sistem nilai yang kita ajarkan pada anak, lebih sering bertentangan dengan budaya yang berlaku di masyarakat. Tayangan TV misalnya, banyak yang berpotensi merusak dan sama sekali tidak mendidik. Ini menjadi masalah jika anak-anak kita menyenangi acara-acara tersebut.

Apakah saya khawatir akan hal ini? Secara jujur, ya. Namun saya tidak serta merta melarang mereka menonton TV dan mengatakan TV itu haram. Sama sekali tidak. Saya tahu bahwa ada juga acara TV yang baik, seperti siaran berita, pertandingan olah raga, dan sebagainya. Maka, daripada melarang dan menjauhkan anak dari TV, saya memilih menempuh jalur dialog dan memberikan pemahaman. Untuk acara TV yang baik, saya ajak mereka menontonnya dan bicara tentang hal-hal bermanfaat dari acara-acara tersebut. Setelah menonton siaran berita misalnya, saya mengajak mereka berdiskusi mengenai informasi-informasi yang baru saja disiarkan. Dengan cara seperti ini, mereka akan terlatih untuk menyenangi siaran berita dan acara-acara TV lainnya yang bermanfaat. Sedangkan untuk acara-acara yang tidak baik, saya menunjukkan bagian mana saja dari acara tersebut yang berpotensi merusak dan tidak mendidik. Lalu secara perlahan saya mengajak mereka untuk tidak menonton acara tersebut. Jika suatu saat ketahuan menonton, saya segera menegur dengan cara yang halus dan akrab.


* * *

Nah, benar-benar sebuah kiat yang menarik, kan? Saya benar-benar salut mendengarnya. Satu hal yang saya sukai dari cara Pak Nur menjawab pertanyaan wawancara, dia selalu bertutur dengan bahasa yang umum dan universal, tidak membawa-bawa simbol-simbol agama. Padahal kita tahu, dia termasuk orang yang wawasan dan pengetahuan agamanya sangat tinggi. Ini membuat siapa saja, dari golongan mana saja, akan senang mendengarkan ucapan beliau.

Setelah mendengar penuturan beliau tentang kiat mendidik anak, saya meresapinya dengan sungguh-sungguh. Diam-diam saya berjanji untuk meneladani beliau dalam mendidik anak-anak saya kelak.

Bila Sikecil banyak Bertanya
Pet! Listrik tiba-tiba padam, malam itu. Dengan sigap, abi segera menyalakan lampu minyak. Si kecil Asma’ (3) mengamati  lampu minyak itu dengan penuh rasa ingin tahu. Tak lama kemudian, muncullah beberapa pertanyaan dari bibir mungilnya.

“Itu apa Bi?”  “Itu lampu minyak, Sayang.” “Kok pakai lampu minyak kenapa Bi?” “Karena listrik mati.” “Listriknya kok mati kenapa toh Bi?” “Ya…mungkin karena tadi ada hujan deras.” “Kok tadi ada hujan deras  kenapa Bi?” “Tadi di langit kan ada awan hitam, awan itu sekumpulan air, kalau turun jadi hujan.” Bla…bla…bla….Demikianlah pertanyaan si kecil bagai tak ada habisnya. Abinya pun dengan sabar menjawab pertanyaan putri sulungnya.

Rasa Ingin Tahu, Jangan Dimatikan

Anak-anak berusia 2-5 tahun memang seringkali mengajukan banyak pertanyaan kepada orangtua atau pengasuhnya. Pertanyaan mereka biasanya tidak jauh dari apa yang mereka temui, amati atau rasakan. Yang mendorong mereka mengajukan pertanyaan adalah besarnya rasa ingin tahu mereka terhadap segala sesuatu. 
Sebenarnya, kita semua memiliki bekal rasa ingin tahu ini semenjak lahir.  Kehebatan rasa ingin tahu inilah yang membuat bayi bisa merangkak, berjalan, dan bicara. Selanjutnya, rasa ingin tahu ini akan menentukan kualitas perkembangan otak mereka. Sayangnya, orangtua banyak melakukan intervensi negatif sehingga naluri penting ini terkubur dalam-dalam
Seringkali orangtua tak mau menjawab pertanyaan anak-anaknya yang menurut mereka terdengar konyol, lugu, dan seperti dibuat-buat. Seakan tak ada gunanya kalaupun orangtua mau repot-repot menjawabnya. Hal ini menjadikan anak belajar untuk mematikan rasa ingin tahunya. Setelah pertanyaan-pertanyaannya tak pernah dijawab, anak pun jadi malas untuk bertanya lagi, dan jadi tak peduli pada segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Tindakan orangtua yang mematikan rasa ingin tahu anak itu sungguh tidak mendidik dan berpengaruh buruk terhadap perkembangan otak anak.
Sebagian kecil orangtua memang ada yang sangat mendukung perkembangan intelektual anaknya. Mereka bukan hanya menjawab pertanyaan anak, tetapi juga berusaha melakukan sesuatu untuk semakin menumbuhkan rasa ingin tahu sang anak. Mereka mendorong anak untuk bertanya dan terus bertanya, hingga anak sendiri yang kehabisan pertanyaan. Untuk itu, para orangtua ini menyediakan waktu sebanyak mungkin, karena mereka tahu, sepatah kata jawaban bisa menjadi sangat berarti bagi perkembangan sel saraf otak anak.  

 

Perlu Kesabaran

Orangtua yang tidak sabaran, mungkin cuma diam atau menjawab ‘tidak tahu’ saat ditanya sang anak. Kadang, pertanyaan anak malah dijawab dengan bentakan, “Sudah diam! Jangan tanya-tanya terus. Ibu capek.” 
Memang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anak itu diperlukan kesabaran, di samping perhatian dan  kepandaian dalam menjawab. Seorang ibu yang sudah disibukkan dengan berbagai pekerjaan rumah, mungkin akan lelah menghadapi seribu satu macam pertanyaan anaknya. Demikian juga dengan sang ayah yang  sudah bekerja seharian mencari nafkah. Rasa lelah itu bisa menghilangkan mood untuk sekadar menjawab sang anak. 
Bukankah jika kita menyatakan siap punya anak, secara otomatis kita juga harus siap ‘direpoti’? Adalah salah besar jika hanya karena alasan sibuk atau capek, lalu orangtua mematikan rasa ingin tahu sang anak. Sebisa mungkin, walau sedang sibuk bekerja, kita tetap berusaha memberi perhatian pada anak.  Sambil memasak, seorang ibu bisa menjawab pertanyaan anak. Sambil membersihkan rumah pun bisa terus mengobrol dengan mereka. 
Sekali lagi, dalam hal ini memang dibutuhkan kesabaran tinggi. Dalam menjawab pun kita harus menunjukkan perhatian, yang bisa ditampakkan lewat mimik muka dan cara menjawab dengan nada bersungguh-sungguh.

Jawablah dengan Benar

Orangtua tak perlu memberikan jawaban panjang atau berbelit-belit, sehingga malah sulit dimengerti anak. Cukuplah menjawab pertanyaan anak dengan jawaban pendek dengan bahasa yang disesuaikan dengan pemahaman anak. Jangan pernah menjawab pertanyaan anak dengan sembarangan. Jika menjawab, jawablah dengan benar. Jika orang tua tidak tahu jawaban yang benar, tak usah mencoba berbohong. Lebih baik katakan tidak tahu, dan cobalah menerangkan di lain waktu bila jawabannya sudah didapat. Sebagaimana contoh kasus di awal tulisan ini, Abu Asma’ berusaha menjawab pertanyaan putrinya dengan jawaban-jawaban pendek yang mudah dipahami. 
Beruntunglah anak bila orangtuanya selalu berusaha menjawab pertanyaannya dengan benar. Selain bisa memuaskan hatinya, jawaban itu juga akan menambah pengetahuan dan wawasannya. Sayangnya, tak sedikit orangtua yang suka memberikan jawaban tidak benar pada anak. Misalnya saat Hasan (5) bertanya pada ibunya  tentang gempa yang menyebabkan genting-genting di rumahnya melorot ke bawah. “Kok terjadi gempa kenapa Bu?” “Karena ada raksasa besar yang mengamuk di dalam laut, jadi bumi bergoncang.” Mungkin jawaban tersebut bisa diterima oleh daya imajinasinya, akan tetapi jawaban itu tidak menambah perbendaharaan pengetahuannya. Jawaban semacam ini sangat tidak bermanfaat, dan harus dijauhi oleh para orangtua. Seharusnya pertanyaan Hasan bisa dijawab, “Gempa itu penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya karena ada gunung meletus di daratan atau lautan, jadi bumi bergoncang.” Jika Hasan masih penasaran dengan sebab-sebab gempa lainnya, ibu bisa mencarikan referensi, misalnya buku atau majalah yang membahas tentang gempa, untuk dibacakan atau dibaca sendiri oleh Hasan. 

Kemampuan Otak Balita

Mungkin kita mengira, anak-anak balita itu selain lugu juga tak tahu apa-apa tentang alam semesta kehidupannya. Tapi adalah kesalahan besar jika kita  menganggap mereka bodoh, karena mereka  mempunyai daya tangkap dan daya ingat yang jauh lebih hebat dari yang kita pikirkan. Dari sekian banyak pertanyaannya yang dia ajukan dalam sehari, pasti ada yang masuk dan direkam baik-baik dalam otaknya. Ya, balita memang memiliki kemampuan menangkap pengetahuan dengan hebat, karena otak mereka belum dipengaruhi untuk memikirkan hal-hal lain. 
Sebuah pertanyaan saja, bagi anak ibarat mempelajari sebuah bab pelajaran di sekolah sebagaimana yang dipelajari kakak-kakaknya. Maka jawabannya akan  sangat berarti untuk mengasah ketajaman otaknya. 
Yang perlu dikhawatirkan justru kalau anak terlalu pendiam, dan tidak ingin tahu banyak tentang segala sesuatu. Ia tidak pernah bertanya, dan tidak tertarik dengan adanya benda baru. Anak seperti ini harus ‘dipancing’ untuk membangkitkan rasa ingin tahunya. Orangtua bisa memulai dengan mengajukan pertanyaan, “Azmi, mengapa kalau siang tampak terang dan malam tampak gelap?” Atau, “Kamu dan ayam sama-sama punya kaki. Mengapa kamu bisa menendang bola, ayam tidak?” Dengan pertanyaan menarik diharapkan anak akan terangsang, kemudian menanyakan segala sesuatu. Makin sering orangtua memancing dengan berbagai pertanyaan menarik, tentu anak akan meniru tindakan orangtua.
Untuk mengembangkan kemampuan anak bertanya, bimbinglah anak untuk mempraktikkan kunci utama pertanyaan, yaitu 5W+1H. Yang dimaksud 5W+1H adalah what (apa), when (kapan), where (di mana), who (siapa), why (mengapa) dan how (bagaimana)
Selain itu orang tua juga bisa menyediakan buku bacaan atau majalah islami untuk anak-anak.  Melihat gambar-gambarnya yang menarik dan berwarna-warni, bisanya anak-anak akan tertarik untuk mempertanyakan apa yang ia lihat. Jika anak tetap belum banyak bertanya seperti yang kita harapkan, maka orangtua yang harus aktif menyakan segala sesuatu tentang gambar-gambar atau  kisah di buku tersebut. Yang mesti disadari, proses ini membutuhkan waktu dan memerlukan kesabaran. Semoga kita memiliki putra-putri yang shalih dan pintar.




Agar anak memiliki aqidah yang lurus sejak dini, maka sejak kecil ia harus dididik tentang aqidah yang benar. Salah satunya  dengan mengajarkan rukun iman pada anak. Anak tidak cukup diajari untuk menghafalnya, tetapi juga perlu diberi penjelasan dengan bahasa yang ia pahami.

Iman kepada Allah

Ajarkan pada anak bahwa Allah itu satu, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak ada sesembahan lain bersama-Nya.Kalau di bumi dan langit ada sesembahan selain-Nya, tentu keduanya akan rusak.
Ajari anak surat Al-Ikhlas (1-4), dan mintalah mereka menghafalnya sekaligus dengan artinya. 
“Katakanlah, ‘Allah itu satu. Yang menjadi sandaran semua makhluk.Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.’”
Laranglah anak berbuat syirik, dan ajarkan tauhid pada mereka. Beritahukan pada anak bahwa syirik atau menyekutukan Allah azza wa jalla adalah dosa terbesar yang tak terampuni.
Perkenalkan pada anak Rabb mereka, dan bahwa Dialah yang mencipta dan memberi rezeki, yang menghidupkan dan mematikan, memuliakan dan menghinakan, yang mengangkat dan merendahkan.
Ajarkan nama-nama Allah yang indah dan sifat-sifatNya  yang luhur  sesuai dengan manhaj ahlussunnah waljamaah dari kalangan sahabat Rasulullah dan tabiin yang datang setelah mereka.
Ajarkan pula bahwa Allah bersemayam di atas ‘Arsy (Thaha: 5), dan pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu (Thaha: 98)
Sampaikan juga tentang hadits budak perempuan yang ditanya oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “Di mana Allah?” Dia menjawab, “Di langit.” Nabi lalu memerintahkan majikan budak itu untuk membebaskannya karena dia seorang perempuan yang beriman.

Iman kepada Malaikat

Tentang malaikat, sampaikan  bahwa iman kepada malaikat adalah wajib dan membenarkan keberadaan mereka adalah suatu keharusan. Malaikat adalah hamba-hamba Allah yang mulia, yang bertasbih siang dan malam dengan tidak bosan, tidak menyombongkan diri dari ketaatan dan ibadah kepada Allah, bahkan mereka takut kepada-Nya.
Sampaikan juga bahwa malaikat diciptakan dari  cahaya. Mereka punya tugas-tugas yang mereka jalankan  dengan  Di antara mereka ada yang memikul ‘Arsy. Ada yang menjadi utusan-utusan antara Allah azza wa jallaAda yang mencatat amal dan menjaga catatan amal para hamba. Ada malaikat maut yang bertugas mencabut nyawa manusia jika telah sampai ajalnya. Ada malaikat penjaga gunung dan awan. Ada yang bertugas menghadiri majelis zikir dan ilmu, menghadiri salat lima waktu dan Jumat, menguatkan hati orang-orang beriman ketika perang dengan izin Allah, menenangkan dan memberi kabar gembira orang-orang yang beriman ketika akan meninggal,  menyiksa orang-orang kafir sejak keluarnya ruh, mengangkat ruh ke langit, menanyai para hamba di alam kubur, memintakan ampunan untuk orang-orang yang beriman, dan mendoakan mereka masuk surga. sebaik-baiknya. dan para nabi.
Ada pula malaikat yang menjaga surga dan neraka. Penjaga neraka adalah malaikat yang keras dan kasar, yang tidak durhaka kepada Allah dan selalu menjalankan perintah-Nya.
Para malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar bernyawa. Para malaikat juga mendengarkan bacaan Al-Quran, dan banyak lagi tugas lain yang dibebankan kepada mereka. 
Sampaikan pula bahwa malaikat mempersaksikan keesaaan Allah dan kerasulan para Rasul-Nya. Malaikat juga menolong orang-orang yang beriman dengan izin Allah dan memberi syafaat orang-orang yang beriman dan bertauhid di hari kiamat dengan izin Allah azza wa jalla. Satu lagi,  malaikat bukanlah perempuan sebagaimana yang disangka orang-orang kafir. 
Keimanan pada malaikat bisa berimbas pada kebaikan akhlak. Tekankan pada diri anak, bahwa para malaikat selalu mengawasi kita, mencatat amal dan ucapan kita, sebagaimana firman Allah,
“Tidaklah satu ucapan pun diucapkan kecuali ada malaikat yang mengawasi dan mencatatnya.” (Al-Qof: 18)

Iman kepada Kitab-kitab Allah

Sampaikan kepada anak  bahwa Allah azza wa jalla telah menurunkan sejumlah kitab kepada para Rasul-Nya, untuk diajarkan kepada umatnya. Di dalamnya Allah memerintahkan mereka untuk bertauhid, beriman kepada-Nya dan para rasul-Nya, dan menerangkan perkara-perkara yang halal dan haram. Terdapat pula kabar-kabar tentang orang-orang sebelum mereka, hukum yang berlaku di tengah-tengah mereka, serta dakwah kepada semua kebaikan dan peringatan dari semua kejelekan, kekafiran dan kesesatan.
Di antara kitab-kitab itu adalah Taurat yang diturunkan kepada Musa q, Injil kepada Isa q, dan Al-Quran kepada Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Iman kepada Para Rasul

Beritahukan pada anak tentang para Nabi dan Rasul. Mereka diutus oleh Allah azza wa jalla kepada manusia untuk memerintahkan mereka agar bertauhid, memberi kabar gembira dengan surga bagi orang-orang yang taat di antara mereka, dan memperingatkan mereka dari  syirik dan kemaksiatan.
Allah telah memilih di antara Rasul-Nya sebagai ulul azmi, yaitu Ibrahim q, Nuh q, Isa q, Musa q dan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Ceritakanlah tentang kisah-kisah dan mukjizat yang dimiliki para Rasul. Iman kepada seluruh rasul dan nabi adalah wajib.Barangsiapa ingkar kepada salah satunya, maka telah kafir kepada semuanya.
Semua rasul mendakwahkan satu agama yaitu menyembah Allah semata, menjauhi setan dan kesyirikan. Allah berfirman, 
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus dalam setiap umat seorang rasul untuk menyeru kaumnya, ‘Sembahlah Allah saja dan jauhilah thaghut/setan.” (An-Nahl: 36)
Penutup para rasul itu adalah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, maka tidak ada rasul lagi setelah beliau.

Iman kepada Hari Kiamat

Perbanyaklah mengingatkan anak-anak pada hari kiamat. Bila anak mengetahui bahwa kelak akan ada perhitungan, pahala dan siksa, maka dia akan berbuat kebaikan dan menjauhi kejelekan. 
Iman kepada hari akhir meliputi 3 hal, 
Pertama, mengimani adanya kebangkitan (ba’ts) yaitu dihidupkannya kembali orang-orang yang sudah mati tatkala ditiupkan sangkakala untuk kedua kalinya. Pada hari itu seluruh manusia bangkit untuk menghadap Rabb semesta alam dalam keadaan telanjang.
Kedua, mengimani adanya hisab (perhitungan) dan jaza’ (balasan). Seluruh amal perbuatan hamba akan dihisab dan diberi balasan. 
Ketiga, mengimani adanya surga dan neraka. Ceritakan pada anak tentang surga dan isinya, berupa kenikmatan yang kekal bagi penghuninya. Demikian juga neraka dan isinya yang disediakan bagi orang-orang kafir dan pendosa.

Iman kepada Takdir

Iman kepada takdir adalah wajib atas setiap muslim. Perkara-perkara yang berjalan dalam kehidupan ini semuanya telah ditakdirkan dan ditulis.  Ajarilah anak tentang  hal ini.
Ajarkan anak sebuah hadits yang artinya:
“Dan bila suatu musibah mengenai dirimu,maka jangan kamu katakan, ‘Seandainya aku lakukan ini dan ini.’ Tetapi katakanlah, ‘Qaddarallahu wa ma sya’a fa’ala’ (Allah telah takdirkan dan apa-apa yang Dia kehendaki Dia kerjakan).’ Sesungguhnya kata law (seandainya) akan membuka perbuatan setan.’” (Riwayat Muslim)
Ajarkan pada anak bahwa kebaikan dan kejelekan telah ditakdirkan. Demikian juga rezeki, telah ditakdirkan dan dibagi-bagi. Sampaikan  bahwa yang memberi hidayah adalah Allah, dan bahwa penjagaan-penjagaan datangnya dari Allah. Ajal dan umur telah ditakdirkan, dan musibah telah ditulis dan ditakdirkan. Ajari anak agar ridha dengan ketentuan-ketentuan Allah azza wa jalla pada setiap keadaan.
Bila anak sakit, terkena sesuatu, atau kehilangan sesuatu, maka beritahukan bahwa semua itu telah ditakdirkan.
Akan tetapi ingatkan juga bahwa Allah telah menciptakan sebab dan akibat, karena itu jangan lupa untuk melakukan sebab-sebab kebaikan.  Wallahu a’lam (Oel)

Face Book _ Iwan Kah