Manfaat Hidrogen Peroksida (H202) bagi Tanaman

Selasa, 29 Desember 2015


Artikel – Pernahkan anda mendengar istilah Hidrogen Peroksida? Apa itu Hidrogen Peroksida? Hidrogen Peroksida adalah senyawa kimia non toxic yang ditemukan oleh Louis Jackques Thenard pada tahun 1818 silam (Wikipedia). Senyawa kimia dengan rumus H2O2 ini memiliki ciri fisik berupa cairan bening seperti air, tapi sedikit lebih kental dari air dan memiliki bau khas keasaman serta mudah larut dalam air. Hidrogen Peroksida (H2O2) biasa digunakan sebagai bahan kimia anorganik dalam bidang industri dan banyak digunakan dalam bidang kedokteran. Hidrogen Peroksida merupakan oksidator kuat yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya. Karena itu senyawa ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar roket, pemutih pakaian, desinfektan dan sebagai oksidator. Hidrogen Peroksida juga banyak digunakan sebagai pembersih air yang tercemar oleh polusi. Meskipun aman bagi lingkungan dan tidak berbahaya, namun senyawa ini tidak dibenarkan penggunaannya pada makanan dan bahan kosmetik. Karena senyawa ini mudah bereaksi (oksidan kuat) dan bersifat korosif.
Manfaat H2O2 Bagi Tanaman
Benarkah Hidrogen Peroksida (H2O2) bisa menyuburkan tanaman?
Dari beberapa literatur yang saya baca menyebutkan bahwa senyawa Hidrogen Peroksida memiliki manfaat sebagai penyubur tanaman dan dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa jenis penyakit pada tanaman. Hidrogen Peroksida (H2O2) dapat diaplikasikan pada berbagai macam tanaman, seperti tanaman buah, sayuran, hortikultura, tanaman herbal dan lain sebagainya. Senyawa Hidrogen Peroksida (H2O2) bekerja dengan cara melepas atom oksigen yang berguna sebagai suplemen dan menyupali oksigen bagi tanaman. Seperti kita ketahui, bahwa tanaman memerlukan oksigen yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Merujuk pada sifat H2O2 sebagai desinfektan, maka senyawa ini juga dapat digunakan sebagai pengendali cendawan patogen dan bakteri parasit yang merugikan tanaman.
Bagaimana cara aplikasi Hidrogen Peroksida pada tanaman?
Penggunaan senyawa H2O2 pada tanaman dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain sebagai berikut ;
1. Dikocor pada akar/tanah
Fungsinya untuk menambah kadar oksigen dalam tanah, merangsang pertumbuhan akar, membunuh cendawan patogen dan bakteri patogen yang ada didalam tanah.
2. Disemprotkan pada tanaman
Untuk mencegah infeksi pada batang tanaman yang terluka dan mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan cendawan patogen.
3. Ditambahkan pada larutan nutrisi hidroponik
Berfungsi untuk menambah kadar oksigen pada larutan nutrisi.
4. Untuk merendam benih tanaman
Untuk mencegah bakteri dan cendawan patogen pada benih tanaman serta membantu mempercepat perkecambahan.
5. Untuk merendam titik tumbuh akar batang stek
Untuk mencegah infeksi akibat bakteri dan cendawan patogen juga berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar baru.
6. Untuk mencuci akar bibit tanaman
Akar bibit tanaman yang disemai tanpa polybag dicuci menggunakan larutan hidrogen peroksida untuk mencegah serangan bakteri dan cendawan patogen, serta merangsang pertumbuhan akar.
Keterangan dosis penggunaan :
Untuk kocor, merendam benih, mencuci akar, tambahan larutan nutrisi hidroponik, penyemprotan tanaman dan merendam batang stek :
1. Hidrogen Peroksida 3% : 4 sendok teh H2O2 untuk 1 liter air bersih
2. Hidrogen Peroksida 35% : 25 tetes H2O2 untuk 1 liter air
Demikian tentang manfaat Hidrogen Peroksida (H2O2) bagi tanaman, dosis penggunaan dan cara aplikasinya. Semoga bermanfaat….
Salam mitalom !!!

Menurut Imam Ghazali, Inilah 6 Tipe Wanita yang Tidak Boleh Dinikahi Meski Cantik dan Kaya


Seorang laki-laki yang sudah memenuhi syarat untuk menikah dan siap secara lahir dan batin, diharapkan segera untuk menikah. Namun dalam hal ini, hendaknya para laki-laki dapat memilih wanita terbaik yang akan ia jadikan istri dan juga ibu bagi anak-anaknya kelak.
Ilustrasi
Dalam Ihya’ Ulumiddin bab Adab Nikah, Imam Al Ghazali memberikan nasehat kepada laki-laki muslim agar tidak menikahi enam tipe wanita, yaitu : Al Annanah, Al Mananah, Al Hananah, Al Haddaqah, Al Barraqah, Dan Asy Syaddaqah.
Siapa saja yang termasuk dalam 6 tipe wanita menurut Imam Ghazali? Berikut ini penjelasannya:
Al Annanah
Al Annanah adalah wanita yang suka mengeluh dan mengadu.
Menikahi wanita tipe ini membuat suami sulit mencapai sakinah dalam keluarga. Sebab suka mengeluh tidak mendatangkan solusi apapun. Ia justru bisa menguras emosi suami. Sedangkan mengadu sering merusak hubungan baik dengan sesama, baik kerabat maupun sahabat. Apalagi jika yang suka diadukan istri adalah orang tua suami.
Al Mananah
Al Mananah adalah wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikan dan jasanya.
Menikahi wanita tipe ini membuat seorang laki-laki terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga. Jika ia berbeda pendapat dengan istrinya, sang istri mengungkit kebaikan dan jasanya. Apalagi jika secara ekonomi sang suami “lebih rendah” dari istrinya.
Selain itu, mengungkit kebaikan berbahaya bagi kehidupan akhirat keluarga. Setiap keluarga muslim pasti menginginkan bisa masuk surga bersama-sama. Namun, perilaku mengungkit kebaikan mengancam terhapusnya pahala kebaikan tersebut. Jika pahala-pahala kebaikan terhapus, lalu apa bekal untuk masuk surga?
Al Hananah
Al Hananah adalah wanita yang suka menceritakan dan membanggakan orang di masa lalu.
Jika ia janda, ia membangga-banggakan mantan suaminya. Jika ia belum pernah menikah sebelumnya, mungkin ia membangga-banggakan ayahnya dan membandingkan dengan suaminya. Atau mungkin membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan suami.
Lebih parah lagi, kalau ternyata ia pernah pacaran sebelum menikah dan membangga-banggakan pacarnya di hadapan suami.
Al Haddaqah
Al Haddaqah adalah wanita yang keinginan belanjanya besar, mudah tertarik suatu barang atau produk, dan suka meminta suami membelikan. Pendek kata, boros dan konsumtif.
Jika wanita-wanita tipe sebelumnya menguras emosi suami, wanita tipe ini menguras kantong suami. Meskipun suaminya orang yang kaya, boros tetap tidak baik dan tidak disukai agama.
Apalagi jika suaminya pas-pasan atau miskin. Betapa banyak suami yang akhirnya terperosok ke jalan haram gara-gara permintaan istri yang berlebihan.
Al Barraqah
Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa ada dua makna al Barraqah.
Pertama, ia adalah tipe wanita yang suka berhias sepanjang hari. Meskipun demi tampil menawan di hadapan suami, berhias sepanjang hari termasuk sikap berlebihan.
Berlebihan dalam belanja kosmetik dan berlebihan dalam pemanfaatan waktu yang mengabaikan kewajiban-kewajiban lainnya. Apalagi jika niatnya bukan untuk suami.
Kedua, wanita yang tidak mau makan dan suka mengurung diri sendirian.
Dengan kata lain, ia tipe penyedih. Bagaimana keluarga bisa sakinah mawaddah wa rahmah kalau sang istri suka berbuat demikian?
Asy Syaddaqah
Asy Syaddaqah adalah tipe wanita yang suka nyinyir dan banyak bicara.
Hampir setiap hal dikomentari dan komentarnya bukanlah komentar yang bermanfaat. Ada hal yang wajar saja dikomentari negatif apalagi jika ada kesalahan.
Menikahi wanita tipe ini, sulit bagi suami menemukan kedamaian karena semua sikapnya akan menjadi sasaran komentar nyinyir sang istri.
Itulah 6 tipe wanita yang sebaiknya tidak dijadikan istri atau pendamping hidup menurut Imam Ghazali. Semua itu demi kebaikan dan ketentraman rumah tangga dan keluarga kelak. Bukankah tujuan menikah adalah untuk ibadah? Oleh sebab itu, dalam memilih istri, sebaiknya yang dinilai pertama kali adalah akhlaknya. Semoga dengan begitu, akan terbina suatu rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Amiin Yaa Rabbal Alamiin

BUNGA KITOLOD/PITOLOD /KEMBANG JANGAR

Senin, 28 Desember 2015

Tanaman kitolod atau kembang jangar / bunga bintang lima ini tumbuh liar di semak–semak, di tepi jalan, di pinggir selokan seolah terabaikan tak ada manfaatnya.

Baru sadar, Allah menciptakan apapun pasti ada hikmah dan manfaatnya, ternyata bunganya mempunyai khasiat yang luar biasa untuk mengobati berbagai penyakit mata seperti silinder, katarak, rabun jauh, rabun dekat, mata minus, plus, nyeri dan perih pada mata.

Teman saya mengatakan bunga bintang lima (kitolod) karena jumlah kelopaknya lima (mungkin begitu) karena pengalaman dia dengan bunga ini tak pernah terlupakan yaitu penyakit mata silinder si budi.

Anaknya yang masih kelas 4 SD harus memakai kacamata dan terlihat tak nyaman.setelah dioboti dengan bunga kitolod dengan cara ditetesi air celupan bunga kitolod secara rutin hingga beberapa bulan, akhirnya sembuh .

Ternyata setelah membaca buku tentang obat herbal, bunga kitolod di dalamnya ada senyawa seperti politerol, alkaloid, flavonoid, dan samponi yang dapat mengobati beberapa penyakit mata.

BUNGA KITOLOD MENYEMBUHKAN MATA RABUN, SILINDER, KATARAK, PLUS MINUS

Untuk pengobatan caranya :

1. Petik bunga kitolod beberapa tangkai, kemudian masukan ke dalam gelas yang berisi air bersih, diamkan beberapa menit.

2. Kemudian ambil, teteskan ujung tangkainya pada bagian mata kanan dan kiri (masing-masing dua tetes) atau pada bagian mata yang sakit saja.

3. Pada saat penggunaan, mata terasa perih dan terasa sepet .itu hanya sebentar, kemudian lakukan berulang–ulang, minimal 3x sehari.

Rasakan hasilnya beberapa hari kemudian.
Semoga Bermanfaat
Sumber: http://risalah-hatii.blogspot.sg/2015/12/sebarkan-demi-kemanusiaan-bunga-kitolod.html

Asam Urat Akut sembuh dengan teh pepaya kelapa..


Resep ini cocok buat penyakit asam urat, yang biasanya di sekitar persendian sering sakit, cara memasaknya mudah, demikian juga dengan bahannya, hanya saja, tempat memasaknya tidak boleh menggunakan alat masak alumunium, di karenakan di kuatirkan beracun, karena beberapa unsur kimia dalam herbal tidak boleh bercampur dgn logam alumunium. Pokoknya apa saja asal bukan alumunium.
smile emotikon
Bahan:
Setengah buah pepaya muda
bubuk teh apa saja
1 butir kelapa muda
Caranya : Setengah biji pepaya muda, buang biji. Jgn buang kulit. Di potong2, tempatkan di wadah, tambahkan 4 mangkok air sekitar 800 ml, masak hingga mendidih, setelah mendidih, kecilkan api, masak lagi 3 mnt. Matikan api, tambahkan 1 sdm daun teh (teh bubuk juga boleh, teh apa saja.) Biarkan setengah jam, saring airnya, tambahkan 1 butir air klapa muda segar.
Minum airnya, habiskan dalam 1 hari. Teh pepaya muda air kelapa, jgn di kulkaskan.
(Resep ala sinsei cina ibu stephani ziang)

Jangan Pernah Remehkan Sekecil Apapun Kebaikan


JIKA engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah ia…barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat.
Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah ia, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.
Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia… Barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.
Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.
Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti… Setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.
Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata, “Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya.”
Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) kamu bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.” (HR. Muslim). []

ciri-ciri istri sholehah menurut Al Qur'an

Minggu, 27 Desember 2015

Wahai pria dan wanita apakah kamu hendak menikah? Apakah kamu sedang bingung untuk menentukan pasangan hidup? Atau kamu ingin menjadi yang terbaik untuk suamimu? Silahkan dibaca dan dihayati artikel berikut ini. Istri yang sholehah merupakan dambaan dari setiap orang, baik itu pria ( suami ) maupun wanita ( istri ). Namun kadang kala kita tidak mengetahui ciri ciri seorang istri yang mulia. Berikut ada beberapa ciri dari seorang istri yang sholehah: Sifat istri shalihah bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:
 1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)
 2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya. Hadits Rosululloh Saw ; “jika seorang suami, mengajak istrinya ke tempat tidur, tapi istrinya tidak mau melayaninya, lalu suami tidur dalam keadaan marah. Maka Malaikat melaknat istrinya hingga datang waktu pagi (subuh),.”
 3. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)
 4. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Saya perlu waktu 1 hari untuk membuat artikel ini, namun Anda cuma perlu 1 detik untuk mengk lik ik lan di blog ini, dan anda telah menghargai kerja keras saya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)
 5. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar’i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)
 6. Tidak memberikan Kemaluan nya kecuali kepada suaminya. Al Quran : “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (an-Nuur: 2-3). “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32) “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (al-Furqaan: 68-69). “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (al-Mumtahanah: 12). HADIS : Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim [107]). Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rauslullah saw. bersabda, “Tidaklah berzina seorang pezina saat berzina sedang ia dalam keadaan mukmin,” Masih diriwayatkan darinya dari Nabi saw. beliau bersabda, “Jika seorang hamba berzina maka keluarlah darinya keimanan dan jadilah ia seperti awan mendung. Jika ia meninggalkan zina maka kembalilah keimanan itu kepadanya,” (Shahih, HR Abu Dawud [4690]). Diriwayatkan dari al-Miqdad bin al-Aswad r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya, “Bagaimana pandangan kalian tentang zina?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamat.” Beliau bersabda, “Sekiranya seorang laki-laki berzina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia berzina dengan isteri tetangganya,” (Shahih, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad [103]).
 7. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
 8. Melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ”Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).
 9. Amanah. Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).
 10, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ” Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum [30]: 21). Sumber: dari berbagai sumber dan sariful.com Itu adalah beberapa kriteria sebagai istri yang sholehah, walau tidak ada manusia yang sempurna ( istri / suami yg sempurna ) tapi sangat lebih baik jika anda bisa memenuhi kewajiban anda sebagai istri dan mendapatkan hak yang seharusnya anda dapatkan. Seburuk-buruknya suami anda, dia tetap imam dan pemimpin di keluarga anda. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Seorang perempuan jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (Majmu Fatawa 32/261). Hadits Rosululoh dalam kitab Mukhtarul Ahaditsin Nabawiyyah ; “Apabila seorang wanita sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, ta’at kepada suami, menjaga krehormatan dirinya. Maka akan masuk Syurga dari pintu mana saja yang dia mau.”

15 HIKMAH SAKIT

Oleh: Salim A. Fillah 1. Sakit itu dzikrullah Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma ALLAH di banding ketika dalam sehatnya. 2. Sakit itu istighfar Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit, sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun. 3. Sakit itu tauhid Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar? 4. Sakit itu muhasabah Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali. 5. Sakit itu jihad Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah, di wajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya. 6. Bahkan Sakit itu ilmu Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit. 7. Sakit itu nasihat Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri, yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar, ALLAH cinta dan sayang keduanya. 8. Sakit itu silaturrahim Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah. 9. Sakit itu gugur dosa Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan di cuci-Nya. 10. Sakit itu mustajab do’a Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta dido’akan oleh yang sakit. 11. Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan, di ajak maksiat tak mampu tak mau, dosa lalu malah disesali kemudian diampuni. 12. Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis, satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit. 13. Sakit meningkatkan kualitas ibadah, rukuk-sujud lebih khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-do’a jadi lebih lama. 14. Sakit itu memperbaiki akhlak, kesombongan terkikis, sifat tamak di paksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu. 15. Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati, mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan. Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa memberi kesembuhan atas penyakit yang saat ini sahabatku derita dan Allah berikan kemudahan untuk mengambil hikmahnya. sumber: republika

BERHENTILAH MENJADI GELAS

“Seorang guru sufi mendatangi seorang murid nya ketika wajah nya belakangan ini selalu tampak murung. “Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana pergi nya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya. “Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habis nya,” jawab sang murid muda. Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan Guru nya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta. “Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum air nya sedikit.” Si murid pun melakukan nya. Wajah nya kini meringis karena meminum air asin. “Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru. “Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis. Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah murid nya yang meringis keasinan. “Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa murid nya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulut nya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulut nya, tapi tak dilakukan nya. Rasa nya tak sopan meludah di hadapan Mursyid, begitu pikir nya. “Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk diduduki nya, tepat di pinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tangan nya, mengambil air danau, dan membawa nya ke mulut nya lalu meneguk nya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokan nya, Sang Guru bertanya kepada nya, “Bagaimana rasa nya?” “Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibir nya dengan punggung tangan nya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan air nya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulut nya. “Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?” “Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminum nya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikan nya, membiarkan murid nya itu meminum air danau sampai puas. “Nak,” kata Sang Guru setelah murid nya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyak nya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh ALLAH, sesuai untuk dirimu. Jumlah nya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.” Si murid terdiam, mendengarkan. “Tapi Nak, rasa ‘asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besar nya qalbu yang menampung nya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”" –

Sebuah Kisah Nyata Penuh Hikmah Suami Shalih - Istri Shalihah

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata : Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami. Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya… Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut. Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki. Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu. Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah. Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya. Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku... Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya. Putriku bercerita : Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-. Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??" Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya… Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya… Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…" Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh. Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku… Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan. Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..?? Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma… Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya. Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur… Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup… Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah…. Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin (SELESAI…) Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah… Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus… Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya… (sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)

Hikmah Nabi melarang Pria menggunakan Emas

Di dalam Islam, laki-laki diharamkan memakai perhiasan yang terbuat dari emas. Dan jika mengacu pada hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dapat ditarik kesimpulan bahwa laki-laki diharamkan memakai perhiasan emas sedangkan bagi wanita tidak. Apa alasannya? Atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit melalui pori-pori dan masuk ke dalam darah manusia. Jika seorang pria mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang akan ditimbulkan adalah di dalam darah dan urine akan mengandung atom Au (emas) dalam kadar yang melebihi batas yang dikenal dengan "migrasi emas". Apabila hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan menyebabkan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah suatu penyakit dimana penderitanya akan kehilangan semua kemampuan mental dan fisik sehingga menyebabkan penderitanya akan kembali seperti anak kecil. Lalu mengapa Islam memperbolehkan wanita untuk mengenakan emas? Wanita boleh mengenakan emas kaarena wanita tidak menderita masalah ini disebabkan setiap bulan, partikel berbahaya tersebut bisa keluar dari tubuh wanita melalui darah menstruasi. Penelitian tentang penyakit ini juga menyebutkan bahwa dalam tubuh seorang wanita terdapat sebuah lemak unik. Lemak yang berbeda dan tidak dimiliki oleh seorang laki-laki. Lemak ini akan membantu mencegah unsur senyawa atom emas (Au) masuk kedalam tubuh, sehingga hanya berada di dalam kulit. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan larangan pria memakai perhiasan emas sejak lebih 1400 tahun yang lalu. padahal beliau tidak pernah secara khusus belajar ilmu Fisika dan Kimia seperti di abad modern sekarang ini. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincin yang dikenakannya, kemudian melemparkannya ke tanah. (HR. Bukhari dan Muslim). Maka dari itu wahai saudaraku laki-laki muslim, marilah kita melepas perhiasan emas yang menempel di tubuh kita. Janganlah kita menimbun bakal penyakit di dalam tubuh. Sumber referensi : majalah Nurul Hayat Edisi 126 (Juli 2014), Rubrik 'islam Dan Sains' hal. 20

30 Tahun Ia Menangis Karena Hamdallah

NAMANYA SIRRIY SIOTHY. Sering juga disebut dengan as-Surkati, Gara-gara mengucap hamdallah, ia menangis memohon ampun kepada Allah selama tiga puluh tahun. Ia beristigfar setiap hari, setiap saat ia ingat, karena menyesali ucapan alhamdulillah yang pernah keluar dari mulutnya. Ketika ditanya bagaimana ia bisa berlaku demikian, Sirriy Siqthy menuturkan : "Saat itu aku punya sebuah toko di Baghdad. Suatu saat aku mendengar berita bahwa pasar Baghdad hangus dilalap api. Toko yang kumiliki berada di dekat pasar tersebut. Aku bersegera pergi ke sana untuk melihat apakah tokoku juga terbakar atau tidak. Seseorang berkata kepadaku, api tidak sampai di tokomu.' Aku pun mengucapkan Alhamdulillah”. "Setelah itu aku berpikir." kata Sirriy Siqthy melanjutkan ceritanya, 'Apakah hanya engkau saja yang berada di dunia ini ?. Tidakkah ada empat toko lainnya yang terbakar. Tokomu memang tidak terbakar, tetapi toko-toko lainnya terbakar. Ucapan alhamdulillah berarti bahwa engkau bersyukur api tidak membakar tokomu. Jadi engkau rela toko orang lain terbakar asalkan tokomu tidak terbakar.” Sirriy Siqthy kemudian melanjutkan ucapannya, 'Aku berkata lagi pada diriku. 'Tak adakah barang sedikit rasa sedih atas musibah yang telah menimpa kaum Muslimin, hai Sirriy ?". Sirriy Siqthy kemudian mengutip hadis Nabi saw., "Barangsiapa melewatkan waktu paginya tanpa memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka tidaklah dia termasuk dari mereka." Ketakutan Sirriy Siqthy kalau-kalau tidak termasuk golongan kaum Muslimin inilah yang menyebabkan ia menangis terus-menerus selama tiga puluh tahun. Setiap hari ia dibayang-bayangi oleh rasa bersalah tentang betapa nista dirinya karena tak ada bela sungkawa kepada saudaranya sesama Muslim yang ditimpa bencana. Ia merasa menyesal karena di saat saudaranya sesama Muslim ditimpa bencana, ia justru mengucapkan alhamdulillan. Bukan pernyataan bela sungkawa. Kisah Sirriy Siqthy ini terasa begitu mendesak untuk kita baca. Hari ini, ketika perasaan kita telah mati dan itsar (altruisme) sudah nyaris terkikis habis, kita perlu berkaca sejenak pada pribadi-pribadi menakjubkan semacam Sirriy Siqthy. Jika ia menangis memohon ampun hanya karena mengucap hamdalah, masih pantaskah kita mengaku sebagai ummat Muhammad ?. Layakkah kita mengharap syafa'at Rasulullah saw., sementara kita tak pernah memperhatikan kerabat dan keluarga yang kekurangan, ataupun tetangga yang merintih kelaparan ?. Layakkah kita mengharap surga bersama Nabi dan para syuhada, sedangkan kita tidak pernah mau menyisihkan sedikit dari harta kita untuk membersihkan diri itu berubah menjadi penentangan terhadap kebenaran. Sungguh, Allah yang mengampuni karenanya, tak ada hak bagi kita untuk orang-orang yang mau bertaubat karena menganggap tak mungkin diampuni. Ingatlah ketika Rasulullah saw. Bersabda, "Seorang laki-laki berkata, 'Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni dosa seseorang.' Ketahuilah, sesungguhnya Allah swt. akan berkata kepada orang yang bersumpah tadi : Orang-orang yang bersumpah dengan nama-Ku agar Aku tidak mengampuni dosa seseorang, maka sesungguhnya Aku akan mengampuninya dan niscaya Aku hapus amal atau perbuatanmu,'" (HR Muslim). Berpijak pada hadis ini, setiap kita hendaklah berhati-hati dalam menilai. Betapa pun badan sudah penuh tato, hidung sudah bertengger anting-anting dan mulut sudah berlumur kata-kata kotor, kita tetap tidak memiliki hak untuk menghalangi jalan mereka memperbaiki diri. Di antara ereka yang saat ini hidup penuh dengan kekejian, sangat mungkin besok menjadi penolong agama Allah dengan perjuangan yang benar-benar bersih dan gigih. Betapa pun pikiran sudah dipenuhi dengan hal-hal yang bertentangan dengan agama, tetapi tak ada yang mustahil untuk sebuah perubahan besar bila hidayah Allah telah datang. Bukankah Umar bin Khathab dahulunya adalah penentang agama yang paling keras ? Tapi setelah hidayah datang, dialah .yang banyak berkorban untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi bersama Nabi. Begitu pun Abu Dzar al-Ghifari. Nah ! *

BUDIDAYA SELADA HIDROPONIK

Budidaya selada hidroponik tidak jauh berbeda seperti menanam tanaman sayuran secara hidroponik di artikel - artikel sebelumnya. Menanam selada secara hidroponik memiliki banyak keuntungan dan bisa menjadi bisnis anda dirumah. Budidaya Selada hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kepekatan larutan nutrisinya. Hal ini karena setiap jenis sayuran memerlukan kepekatan nutrisi yang berbeda - beda. Tapi dengan penjelasan saya dibawah ini semoga pembaca tidak kesulitan untuk memahami cara budidaya selada hidroponik ini. Tahap penyemaian. Sebelum tanaman ditanam pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada proses penyemaian ini saya menggunakan arang sekam karena selain murah, mudah didapat di daerah saya juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak). Bahan yang diperlukan adalah : Baskom bekas untuk penyemaian Arang sekam Benih selada Plastik hitam Caranya : Masukkan arang ke baskom yang telah dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya Taburkan benih secara merata di atas arang sekam. Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja. Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana. Tutup dengan plastic hitam selama dua hari. Setelah 2 hari, buka tutup plastic. Biasanya benih sudah tumbuh. Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik) Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu dan tanaman siap pindah tanam. Tahap pindah tanam. Setelah bibit selada berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan. Alat/bahan yang diperlukan : Netpot (saya pakai pipa 1” atau kepala botol plastik Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan. Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm Baskom/ember yang sudah diisi air bersih. Caranya : Ambil bibit besrta medianya sekalian. (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus) Masukkan bibit besrta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air Goyangkan bibit dengan pelan – pelan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel. Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air) Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel. Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot. Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi. Tahap pembesaran Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran sampai masa panen. Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena saya bertanam masih memakai system air menggenang, jadi yang saya lakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan lagi. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua. Biasanya setelah 25 – 30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen. Pada saat praktek menanam selada menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156 lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5”. Setiap lubang tanam diisi 2 bibit selada. Kalau dikalkulasi secara ekonomi untuk di Bontang, Biaya untuk buat Rak : Pipa 2,5” 6 batang   Rp. 240.000 Lbow 4 pcs           Rp.   24.000 T join 9 pcs         Rp.   54.000 Total                 Rp. 318.000 Harga pupuk Pupuk ABmix 1 paket harga Rp.   75.000 Ongkir                    Rp.   65.000 Total                     Rp. 140.000 Untuk pupuk 1 paket bisa jadi 1000 liter larutan nutrisi. Jadi harga 1 liter air nutrisi Rp. 140. Kebutuhan sampai panen 80 liter. Jadi biaya pupuk sampai panen = 80 liter x Rp. 140 = Rp. 11.200 Penjualan 1 ikat selada terdiri dari 2 pohon harga Rp. 4000 di pengepul. Hasil panen 156 ikat. Jadi hasil dari satu siklus penanaman : 156 x 4000 = Rp. 624.000 Untuk Diingat Selada perlu 560-840 ppm nutrisi . Untuk 1 minggu pertama siram memakai air biasa, selanjutnya memakai larutan nutrisi encer (350-400ppm) saja. Jangan lupa harus terkena matahari.

Face Book _ Iwan Kah