“Bunda, kenapa Allah gak kasih kita hidup enak yah?” tanya seorang anak pada ibunya.
Sambil menitikan air mata, Bunda pun membelai kepala kecil Umar.
“Bunda, kenapa Allah gak kasih kita hidup enak yah?” tanya seorang anak pada ibunya.
Label:
Ibu
Diposting oleh
warkah
di
20.45
0
komentar
Label:
Suami
Diposting oleh
warkah
di
20.32
0
komentar
Label:
Renungan
Diposting oleh
warkah
di
20.31
0
komentar
Alkisah ada sepasang suami-istri yang telah menikah lebih dari 60 tahun. Mereka telah berbagi segalanya. Mereka telah berbicara tentang apa saja. Mereka tidak memiliki rahasia, kecuali sebuah kotak sepatu milik sang istri yang disimpan di atas lemari, dan telah meminta kepada si suami untuk tidak pernah membuka atau menanyakannya.
Label:
Istri
Diposting oleh
warkah
di
19.58
0
komentar
Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri. Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan Kesenangan yang banyak. Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini. Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga Dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita ini Kepada semua temannya. Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan ari dengan pria yang lain. Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia Adalah stri yang sabar dan pengertian. Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, ia selalu meminta pertimbangan istrinya ini. Dialah tempat bergantung. ia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang ulit. Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang Sangat etia. Dia selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dialah ang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sang suami. Akan etapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya. Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya. Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal. Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. "Saat ini, aku punya 4 orang istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri. " Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. "Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku danmenemaniku? Ia terdiam. "Tentu saja tidak, "jawab istri keempat, dan pergi begitu saja tanpaberkata-kata lagi. Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya. Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga. "Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku? Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai Merasa demam. Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. "Aku selalu Berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku? Sang istri menjawab pelan"Maafkan aku," ujarnya "Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubursaja. Nanti,akan kubuatkan makam yang indah buatmu. Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa. Tiba-tiba terdengar sebuah suara. "Aku akan tinggal denganmu. Aku Akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja,aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kauseperti ini, istriku." ***************************************************************************** Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini. Istri yangkeempat, adalah tubuh kita. Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya. Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan. Saat kita meninggal,semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman. Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita. "Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah jiwa dan amal kita. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di akhirat kelak. Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesalbelakangan."
Label:
Istri
Diposting oleh
warkah
di
19.52
0
komentar
Label:
Suami
Diposting oleh
warkah
di
19.41
0
komentar
Label:
Ayah
Diposting oleh
warkah
di
19.30
0
komentar
Label:
Ibu
Diposting oleh
warkah
di
19.27
0
komentar